Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peran 2 sejoli dalam peredaran narkoba Nigeria di LP Nusakambangan

Peran 2 sejoli dalam peredaran narkoba Nigeria di LP Nusakambangan Ilustrasi Hukuman Mati Kasus Narkoba. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Tengah (BNNP Jateng) membongkar jaringan peredaran narkoba internasional yang dikendalikan dari dalam Lapas Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Petugas mengamankan empat pelaku.

Dari empat pelaku, dua kaki tangan atau anggota jaringan peredaran narkoba internasional itu ternyata adalah sepasang kekasih. Keduanya adalah pengedar Setyo Wibowo alias Dito (32) bersama pacarnya bernama Modita DS (26) yang berambut panjang merah yang merupakan warga Jakarta.

Keduanya berperan menerima kiriman barang haram seberat 1 kilogram sabu dari warga Nigeria yang diduga sebagai gembong atau bandar besar yang memproduksi sabu berkualitas nomor satu. Setelah barang pesanan diterima dan bertransaksi di Wilayah Kelapa Gading, Jakarta mereka mengirim pesanan ke Surakarta.

"Usai menerima sabu, sepasang kekasih ini kemudian menuju ke Surakarta dengan menumpang Kereta Api (KA) Argo Lawu dan turun di Stasiun Balapan Solo. Di situlah, keduanya memberikan barang pesanan Sutrisno alias Pak Tris alias Babe diterima oleh Fendy Suryo (26) yang merupakan pengedar dari Solo," ungkap Kepala BNNP Jateng Brigjend Pol Tri Agus Heru P saat gelar perkara di Kantor BNNP Jateng Jalan Madukoro Barat Raya, Kota Semarang, Jawa Tengah Rabu (1/2) siang tadi.

Saat ketiganya terlibat transaksi di halaman Stasiun Balapan Solo, Jawa Tengah mereka ditangkap petugas BNNP Jateng. Meski, Fendy, pengedar asal Solo berupaya melawan namun petugas BNNP Jateng berhasil diringkus. Uniknya, dari pengakuan yang disampaikan kepada penyidik BNNP Jateng Fendy merupakan cucu Babe yang merupakan pengendali peredaran narkoba dari dalam Lapas Kelas IA Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

"Pengakuan kedua sepasang kekasih terungkap setelah kita berhasil meringkus ketiga pengedar saat transaksi di Stasiun Balapan Solo. Dia (Fendy) adalah cucunya Babe (Sutrisno) yang mengendalikan transaksi dan peredaran sabu 1 kilogram dari warga Nigeria," pungkasnya.

Tri Agus menambahkan, saat ini sepasang kekasih yang merupakan pengirim barang haram jenis sabu jaringan Nigeria ini masih akan menjalani pemeriksaan pendalaman terkait keberadaan sabu 1 kilogram yang diterima dari warga Nigeria yang masih buron.

"Masih akan kami lakukan pemeriksaan lebih lanjut. Terutama, terkait asal muasal sabu jenis kelas satu atau jenis bagus itu. Kalau dilihat dari kualitasnya sepertinya sabu itu berasal dari Ghuangzou, Cina," pungkas Tri Agus.

(mdk/ded)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP