Penyidik KPK tegaskan Fredrich tak pernah mengabarkan Setnov kecelakaan
Merdeka.com - Penyidik senior KPK, Ambarita Damanik membantah ada komunikasi dengan Fredrich Yunadi melalui telepon yang mengabarkan kecelakaan Setya Novanto. Damanik menegaskan, tim satgas KPK datang ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH) setelah melihat pemberitaan media masa.
Damanik menuturkan, sejak penggeledahan di kediaman Setya Novanto di Jalan Wijaya, Jakarta Selatan, Rabu (15/11) tidak ada komunikasi apapun dengan Fredrich melalui telepon. Sampai hari Senin (20/11) Fredrich mengirim pesan kepadanya untuk meminta izin bertemu Novanto.
"Komunikasi apa saja yang Pak Fredrich Yunadi sampaikan ke anda?" tanya jaksa Takdir Suhan, Jumat (25/5).
"Sejak tanggal 15, 16, 17 enggak ada komunikasi apapun lagi lalu tanggal 20 ketika beliau SMS bilang mau besuk," jawab Damanik.
Dia tak menampik sempat bertukar nomor kontak dengan Fredrich agar segera menginformasikan keberadaan mantan Ketua DPR itu berada. Namun tidak pernah ada kabar sampai akhirnya diketahui Novanto mengalami kecelakaan.
Diketahui dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum pada KPK mendakwa Bimanesh Sutarjo, dokter spesialis penyakit dalam pada RSMPH, turut serta melakukan upaya merintangi penyidikan terhadap Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP.
Bersama mantan kuasa hukum Novanto, Fredrich Yunadi, Bimanesh melakukan rekayasa diagnosa medis terhadap Novanto sesaat sebelum kecelakaan tunggal terjadi. Dalam diagnosa awal, Bimanesh mencatat Novanto menderita hipertensi, dan vertigo.
Atas perbuatannya, Bimanesh dan Fredrich didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya