Istana Kepresidenan menanggapi pernyataan Ketua DPR RI, Puan Maharani yang menolak gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk merelokasi warga Gaza ke Indonesia. Istana menegaskan pemerintah hadir untuk mengobati warga Palestina yang menjadi korban zionis tentara Israel.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengatakan untuk bisa mengobati warga Palestina di Indonesia banyak persyaratan yang harus dipenuhi.
"Pemerintah itu tidak merelokasi warga Palestina lho, kita mau mengobati warga Palestina yang misalnya perlu pengobatan, yang cedera, luka parah butuh pengobatan, dilakukan pengobatan di Indonesia, diperbaiki ininya di Indonesia, itu pun perlu banyak syarat Harus perlu persetujuan, otoritas disana persetujuan negara negara di sekitar, persetujuan yang bersangkutan," kata Hasan dalam acara diskusi di Menteng, Jakarta, Sabtu (17/5).
Hasan mengatakan tindakan ini semata-mata dalam rangka kemanusiaan terhadap mereka yang menjadi korban perang. Pun nantinya merekaa tidak akan menetap di Indonesia.
"Ya mereka kembali dong kan mereka tidak menjadi warga negara Indonesia, mereka kembali dong kesana," kata dia.
"Jadi ini bukan relokasi ini , sebuah tindakan kemanusiaan untuk membantu warga Palestina," Hasan mengakhiri.
Advertisement
Prabowo Lempar Wacana
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melempar wacana evakuasi warga Gaza ke dalam negeri. Hal itu disebut Prabowo bersifat sementara hingga kondisi di Gaza sudah kondusif.
"Syaratnya adalah semua pihak harus menyetujui hal ini, kedua mereka di sini hanya sementara sampai pulih sehat kembali dan pada saat mereka pulih dan sehat, kondisi Gaza sudah memungkinkan mereka harus kembali ke daerah asal," kata Prabowo.