Penjelasan Kejagung soal Berkas Kasus Indosurya Mandek hingga Tersangka Dibebaskan

Selasa, 28 Juni 2022 20:41 Reporter : Nur Habibie
Penjelasan Kejagung soal Berkas Kasus Indosurya Mandek hingga Tersangka Dibebaskan Korban KSP Indosurya Gelar Aksi di Mabes Polri. ©2022 Merdeka.com

Merdeka.com - Polri memilih untuk memisah Laporan Polisi (LP) kasus dugaan penipuan investasi Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta, menyusul berkas perkara tak kunjung dinyatakan lengkap atau P21 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).Langkah itu diambil polisi sebagai upaya kembali menahan para tersangka.

Berkas tak kunjung lengkap itu membuat polisi membebaskan dua tersangka kasus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Henry Surya (HS) dan June Indria (JI) lantaran masa tahanan habis.

Berdasarkan informasi, salah satu petunjuk JPU adalah meminta penyidik Polri untuk melakukan pemeriksaan terhadap semua saksi korban kasus Indosurya di seluruh Indonesia. Namun, penyidik Polri hanya melampirkan BAP dari 92 korban dalam berkas perkara tersangka Henry Surya, sementara berdasarkan keterangan tersangka dan saksi bahwa korban berjumlah ribuan.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung, Fadil Zumhana menampik adanya petunjuk JPU dengan makna perlunya pemeriksaan ribuan saksi korban.

"Itu petunjuk jaksa tidak seperti itu. Maksudnya diungkap faktanya, bukan saksinya. Tidak mungkin lah diperiksa semua," kata Fadil saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (28/6).

2 dari 2 halaman

Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto sendiri enggan berkomentar terkait informasi petunjuk JPU tersebut dalam P19 berkas perkara kasus Indosurya, yang membuat sulitnya berkas perkara dinyatakan lengkap atau P21.

"Mungkin terkait dengan teknis, terkait dengan kewenangan dari para satuan lain, saya tidak dalam kapasitas menanggapi. Namun untuk ini (kasus Indosurya), kami sudah melakukan upaya untuk menyerahkan tahap satu setiap tersangka melebihi lima kali. Artinya sampai dengan kasus ini diselesaikan, ternyata masih belum lengkap. Oleh karena itu, karena batas waktu penahanan, kita bebaskan," kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Agus mengingatkan, kasus Indosurya sendiri terbilang parsial atau terpisah, dalam artian memiliki locus atau lokasi dan tempus yakni waktu yang berbeda-beda, termasuk kompenen, hingga jumlah uang yang diinvestasikan.

"Kemudian yang sama hanya modusnya, modus operasi yang digunakan oleh koperasi Indosurya ini sama, yang beda hanya tempat dan waktu kejadian, sehingga kita bisa tangani secara parsial. Ini juga kalo kita satukan, kesulitannya adalah tidak semua korban bisa kita satukan dalam satu pemeriksaan secara bersamaan. Makanya pada saat laporan awal, dari Bareskrim adalah menyatukan korban dengan harapan setelah P21 nanti putusan hakim biasanya ditambah sepertiga," jelas dia.

Untuk itu, Agus meminta para korban kasus dugaan penipuan investasi KSP Indosurya Cipta untuk dapat melaporkan dan membuat LP di kepolisian. Apabila nantinya berkas perkara para tersangka tidak lagi P21 hingga masa tahanan habis, LP lain bisa dinaikkan ke penyidikan agar tersangka dapat kembali ditahan.

"Kalau korban 14 ribu lebih ya gimana mau diperiksa. Gini, intinya kami akan terus melakukan proses penyidikan, tapi LP-LP yang belum disatukan, kami minta dinaiklan ke tingkat penyidikan, kemudian yang belum melapor mohon kepada rekan-rekan media untuk informasikan ke mereka untuk buat laporan dan kami akan lakukan penyelidikan secara parsial," Agus menandaskan.

Reporter: Nanda Perdana Putra

Baca juga:
Korban KSP Indosurya Beraksi Depan Mabes Polri: Rampok Rp15 T Bebas, Dimana Keadilan
Dua Tersangka KSP Indosurya Dilepaskan, Kompolnas Nilai Bareskrim Sesuai Aturan
Sita Aset KSP Indosurya, Polri Beri Harapan Bagi Korban Penipuan
Kasus Indosurya Gagal Bayar, Berkas Tiga Tersangka Dilimpahkan Polisi ke Jaksa
Bebas karena Masa Tahanan Habis, 2 Tersangka KSP Indosurya Dikenakan Wajib Lapor

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini