Penjelasan KAI Soal Viral Penumpang KRL Berbaring di Kursi Prioritas

Jumat, 9 Desember 2022 14:03 Reporter : Merdeka
Penjelasan KAI Soal Viral Penumpang KRL Berbaring di Kursi Prioritas KRL. ©2012 Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - PT KAI Commuter Indonesia angkat bicara terkait foto seorang penumpang wanita paruh baya terbaring tidur di kursi prioritas pada Rabu (7/12). Foto wanita paruh baya terbaring di kursi prioritas itu kemudian viral di media sosial.

Kepala Humas KAI Daop 1 DKI Jakarta Eva Chairunisa, penumpang wanita tersebut bernama Andari. Menurut Eva, saat itu Andari dalam kondisi kurang sehat dan baru pulang dari rumah sakit melakukan kontrol.

"Apa yang sesuai diceritakan ibunya ya bahwa ibunya sedang kontrol rumah sakit," kata Eva kepada Liputan6.com saat dikonfirmasi, Kamis (9/12).

Melihat kondisi ibu tersebut, menurut Eva, petugas KRL yang berjaga membantu Andari untuk tidur berbaring di kursi prioritas.

"Jadi memang kondisinya sedang sakit dan petugas kami membantu tidur di kursi prioritas," kata dia.

2 dari 3 halaman

Naik dari Stasiun Cikini

Andari naik kereta dari Stasiun Cikini menuju Stasiun Tanjung Barat. Eva menyebut saat itu kondisi kereta dalam kondisi sepi pelanggan. Sehingga, Andari diperbolehkan untuk berbaring.

"Jadi itu kan kondisi keretanya sepi, lagi kosong. Jadi memungkinkan untuk beliau berbaring. Iya (diizinkan berbaring) kan karena kondisinya kosong," ujar dia.

Petugas KAI Commuter tidak membangunkan Andari saat itu. Menurut Eva, Andari hanya berbaring dan tidak tertidur lelap.

"Engga (dibangunkan). Jadi dalam kondisi tertidur saja (berbaring). Engga tidur (pulas) begitu ya," ujar dia.

3 dari 3 halaman

Pengakuan Penumpang Tertidur Berbaring di Kursi Prioritas KRL

Sebelumnya, Andari turut membagikan pesan terima kasih kepada PT Kereta KAI Commuter Indonesia yang telah melayani dengan sepenuh hati. Saat itu, Andari mengaku tengah merasakan nyeri di kepala.

Dia mengatakan baru pulang dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo (RSCM) mendapatkan tindakan dokter karena penyakit yang diderita.

Andari yang saat itu membawa bantal sejak pagi takut jatuh pingsan di jalan sehingga memutuskan berbaring di kereta.

Dia sadar betul bahwa KRL bukan untuk orang sakit. Namun, dia mengaku telah meminta suaminya untuk izin pada satpam agar saya bisa berbaring untuk meredakan nyeri.

Andari menyampaikan bahwa Satpam yang bertugas bernama Mustahillah. Tak hanya mengizinkan untuk berbaring, tapi Mustahilah juga membimbingnya ke bangku prioritas.

Reporter: Winda Nelfira/Liputan6.com [gil]

Baca juga:
Tiket Hanya Rp19 Ribu Naik Kereta Serpong-Bandung, Begini Fasilitasnya
Viral Seorang Ibu Terjepit Jari Tangannya di Jendela KRL, Ternyata Ini Penyebabnya
Kenapa Pelaku Pelecehan Seksual Kian Berani Beraksi di Ruang Publik?
Kasus Anak Pimpinan Ponpes Tambora Dianiaya Sekuriti Stasiun KRL Berakhir Damai
KRL Menuju Manggarai Anjlok, Tiga Gerbong dan Satu Tiang Listrik Terdampak
KAI Pastikan Tak Ada Korban KRL Anjlok
Evakuasi KRL Anjlok di Kampung Bandan Selesai, Ini Rekayasa Perjalanan Kereta

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini