Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengurus kejar gaji dan honor, 500 koperasi di Bekasi bangkrut

Pengurus kejar gaji dan honor, 500 koperasi di Bekasi bangkrut Ilustrasi uang. ©2013 Merdeka.com/shutterstock.com/club4Traveler

Merdeka.com - Sebanyak 500 koperasi di Kota Bekasi, Jawa Barat, terpaksa gulung tikar karena pengurusnya berorientasi kepada gaji atau honor. Hal ini menyebabkan usahanya mengalami kebangkrutan lantaran kehabisan modal.

"Untuk menghidupkan kembali, mental pengurus yang harus diperbaiki," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kota Bekasi, Karto, Selasa (6/6).

Karto menjelaskan, sejauh ini koperasi yang masih eksis di wilayah setempat sebanyak 500. Mayoritas merupakan koperasi simpan pinjam, sedangkan koperasi bergerak di bidang jasa, usaha mayoritas berada di instansi.

"Kami akan berupaya menghidupkan kembali koperasi yang mati suri tersebut," kata dia.

Ia mengatakan, pihaknya akan menggandeng Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) Kota Bekasi agar mendapatkan bantuan modal usaha. Menurut dia, setiap koperasi bisa mendapatkan suntikan mulai Rp 20 juta.

"Kami akan melakukan pembinaan, sampai koperasi benar-benar eksis. Tidak sampai di tengah jalan tutup karena rugi," ujarnya.

Biasanya modal sebuah koperasi mulai dari Rp 20 juta hingga ratusan juta. Dalam sebuah koperasi, pengurusnya bisa mencapai 30 orang. Jika satu pengurus diberikan honor Rp 200 ribu sebulan, maka dalam sebulan kebutuhan belanja pegawai mencapai Rp 6 juta.

"Enggak sampai setahun habis modalnya. Kami tidak mau seperti itu," kata dia.

Direktur BPRS Kota Bekasi, Muhammad Asmawi mengatakan, pihaknya bersedia memberikan pinjaman dana kepada koperasi untuk pemulihan sebesar Rp 20 juta.

"Koperasi di tingkat RW tidak banyak modal, angka segitu sudah cukup, tapi setelah diberikan modal harus eksis," kata dia.

(mdk/msh)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP