Pengungsi Nduga Butuh Bantuan Makanan

Kamis, 18 Juli 2019 18:50 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Pengungsi Nduga Butuh Bantuan Makanan Anak pengungsi Nduga di Kota Wamena. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Tim Relawan Nduga, Doly Ubruwangge berharap pemerintah memberikan bantuan makanan bergizi untuk seluruh pengungsi wilayah Papua yang terdampak pasca peristiwa penembakan di Nduga, Papua. Dia ingin negara menyoroti masalah kemanusiaan ini.

"Kami melihat bahwa negara sudah tidak tanggung jawab kepada kemanusiaan, sehingga kalau ada lembaga terkait yang berpihak kepada kemanusiaan mohon untuk lakukan tindakan terkait untuk tupoksi, dan yang paling dibutuhkan di sana adalah kesehatan, terus bantuan makanan," katanya saat diskusi situasi Nduga, Papua di kantor LBH, Jakarta Pusat, Kamis (18/7).

"Kalau pakaian kami mungkin satu dua hari bisa dipakai, karena daerah di sana dingin, sehingga bisa pake satu dua hari, artinya kami butuh tapi kami lebih membutuhkan makanan," sambung Doly.

Dia mengungkapkan, satu rumah pengungsian terdapat lima keluarga yang menampung 20 hingga 40 orang. Mereka memiliki beras sebanyak 50 kilogram dan hanya masak satu hari sekali.

"Jadi kalau mereka hari ini makan malam, besoknya lagi, sehingga ini mungkin kami lembaga lembaga kemanusiaan ada bisa bertindak sesuai tupoksi yang ada untuk melihat," imbuhnya.

Di kesempatan sama, Tim Solidaritas untuk Nduga, Hipolitus Wangge mengungkapkan, pagi tadi ada anak kecil asal Nduga yang meninggal karena kelaparan. Anak tersebut tinggal di kamp pengungsian Wamena.

"Pengungsi yang meninggal di Wamena 129 orang, terakhir pagi ini di Wamena itu ada anak berusia kurang lebih 2 tahun baru meninggal, bulan juli sendiri ada 3 pengungsi internal yang meninggal di Wamena," ujarnya.

Dia menyebut, bocah tersebut baru beberapa hari tiba di Wamena lantaran terjebak lama di hutan karena mengungsi.

"Anak yang 2 tahun ini salah satu penyebabnya adalah kelaparan, karena dia terperangkap sekian minggu di hutan, bersama orang tuanya, baru beberapa hari terakhir turun ke Wamena," tutup Hipolitus. [fik]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini