Pengungsi Gunung Agung bingung cari tempat untuk ternaknya
Merdeka.com - Pengungsi Gunung Agung mengalami kendala kurangnya logistik di lokasi pengungsian. Tidak hanya itu, mereka juga bingung mencari tempat penampungan untuk hewan ternak.
Di Kabupaten Karangasem, Bali, pengungsi yang memiliki ternak terpaksa menjual murah hewan peliharaan mereka. Harga kambing yang seharusnya dijual Rp 1,5 juta terpaksa banting harga menjadi Rp 600.000-750.000. Ini dilakukan karena mereka kesulitan memperoleh lokasi untuk penampungan ternaknya.

"Jual murah saja juga susah pak. Semua yang datang ke tempat ini hanya membantu pengungsi tidak ada yang datang khusus membeli ternak. Saya sampai harus bawa ke kota dulu kambing satu persatu. Ditawar Rp 600.000 saya lepas," ujar Yudi.
Berbeda dengan kondisi di pengungsian Banjar Puakan, Desa Taro, Tegallalang Gianyar. Puluhan warga asal dusun Pengalusan, Desa Ban, Kubu, Karangasem banyak tertampung di tempat ini. Meski lokasi cukup terpencil, 19 KK pengungsi merasa lebih nyaman, terlebih bisa menyertakan ternaknya.
Koordinator pengungsi, I Ketut Tunas mensyukuri di lokasi ini ada lahan yang bisa digunakan untuk penampungan ternak sapi milik warga. Karena jika dijual, pembeli cukup pintar dan sudah tentu harganya ditawar sangat murah. "Di sini pakan ternak sangat memadai dan kami sudah mendapat izin dari saudara-saudara di sini,” terangnya.

Kedatangan pengungsi ini mendapat perhatian dari Pemkab Gianyar. Wakil Bupati Gianyar, I Made Mahayastra langsung memantau kondisi pengungsi dan mengkondisikan tempat untuk sementara waktu.
Sekdes Desa Taro, I Made Rupa mengatakan, balai banjar desa cukup luas dan dilengkapi dengan satu buah kamar mandi serta dapur yang cukup luas. Tidak jauh dari Balai Pekarangan, terdapat sumber air yang cukup deras dan bisa digunakan para pengungsi untuk mencuci pakaian.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya