Pengesahan Tatib DPD RI Meresahkan Anggota Baru yang Sedang Orientasi

Jumat, 20 September 2019 21:07 Reporter : Henny Rachma Sari
Pengesahan Tatib DPD RI Meresahkan Anggota Baru yang Sedang Orientasi Pengesahan Tatib DPD RI. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Keresahan akibat pengesahan tata tertib Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dalam Sidang Paripurna yang ricuh dua hari lalu, masih mewarnai kegiatan orientasi anggota terpilih 2019-2024 di Jakarta, Jumat petang (20/9).

"Ya, semua resahlah. Saya tidak bisa bilang satu per satu. Semua resah," kata Hasan Basri, anggota terpilih DPD RI asal Kalimantan Utara, Jumat (20/9).

Hasan Basri tak dapat menyatakan dengan pasti apakah keresahan itu terjadi akibat pengesahan Tatib yang tanpa pembahasan atau karena substansi Tatib yang tidak dapat diterima anggota periode baru.

"Ya, semuanyalah. Pokoknya semua resah," tegasnya.

Beberapa anggota lain menyatakan hal yang sama, terutama mereka yang baru pertama terpilih menjadi anggota DPD RI pada periode ini.

"Sekarang pada bertanya-tanya, itu kan Tatib untuk anggota baru, para senior ini ngapain ngotot-ngototan," kata seorang staf anggota baru menirukan ucapan bosnya.

Keresahan bermula pada hari Rabu lalu (18/9), saat Sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah ke-2 masa sidang V tahun 2018-2019 berlangsung ricuh. Sejumlah anggota DPD yang hadir menolak pengesahan perubahan Tata Tertib DPD RI untuk periode tahun 2019-2024.

Berdasarkan pantauan, kericuhan terjadi kala sejumlah anggota melontarkan interupsi saat Ketua Badan Kehormatan DPD Mervin Sadipun Komber hendak menyampaikan laporan.

Kericuhan diperparah ketika pimpinan sidang, yakni Akhmad Muqowam, tidak mengindahkan interupsi yang disampaikan oleh sejumlah anggota DPD, seperti senator asal Sulawesi Tengah, Numawati Dewi Bantilan, dan senator asal Riau, Intsiawati Ayus.

Dalam interupsinya, Nurmawati mempertanyakan pengesahan Tatib DPD dalam sidang kali ini. Padahal, Tatib itu belum pernah dibahas di Panitia Musyawarah.

"Ini cacat prosedur. Ini pengesahan atau pembacaan laporan? Itu dulu," ujar Nurmawati.

Di tengah kondisi itu, senator asal Sulawesi Utara, Benny Ramdani, juga terlihat sempat naik pitam. Ia hampir terlibat baku hantam dengan senator asal Sulawesi Barat, Asri Anas, saat keduanya berdebat.

Sejumlah anggota DPD menyatakan terjadi manipulasi pada saat Marvin membacakan laporan BK dan Tatib, seluruh pengeras suara milik para anggota DPD tidak menyala. Situasi itu kembali membuat suasana riuh.

Meski hujan protes bermunculan, Akhmad Muqowan terlihat tetap mengetuk palu sebagai tanda Tatib periode mendatang telah disahkan.

Semua kejadian tersebut mewarnai pekan orientasi anggota DPD RI yang berlangsung tiga hari, ditutup Jumat malam ini. [rhm]

Topik berita Terkait:
  1. DPD
  2. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini