Pengacara Ungkap Motif Bharada E Ngaku Tembak Brigadir J Diperintah Atasan

Senin, 8 Agustus 2022 15:35 Reporter : Rahmat Baihaqi
Pengacara Ungkap Motif Bharada E Ngaku Tembak Brigadir J Diperintah Atasan bharada e dipanggil komnas ham. ©2022 Merdeka.com/ady anugrahadi

Merdeka.com - Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumium alias Bharada E banyak bercerita kepada penasihat hukum barunya usai ditetapkan menjadi tersangka. Melalui pengacaranya ia merasa semua beban telah terlepas setelah melalui banyak pembicaraan.

"Kita ajarkan dia ketulusan dan kejujuran kita ajarkan dia kepatuhan kepada Tuhan kita ajarkan dia mengenai doa supaya Tuhan berkenan kepada apa yang dia lakukan, dia (Bharada E) mulai sadar," jelas Deolipa di LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (8/8).

Melalui pengacaranya, Bharada E mengaku merasa tertekan karena kasus tembak menembak yang berakhir dengan kematian Brigadir J. Ia juga menegaskan perasaan tidak nyaman tersebut bukan datang dari pengacara sebelumnya Andreas Nahot Silitonga.

"Bharada E ini kan galau, dan tertekan, kemudian perasaannya tidak nyaman. Tidak nyaman bukan karena tekanan dari penyidik, tidak," tegas Deolipa.

"Tapi tidak nyaman karena tindakan dia yang memang sudah dia lakukan tapi dia harus mengatakan hal yang berbeda dari yang dia alami," tambahnya.

Bharada E kini sudah menjadi tahanan bareskrim, ia ini merasa nyaman dan kondisinya yang sekarang. Bahkan sempat berkonsultasi untuk menjadi Justice Collaborator.

2 dari 2 halaman

"Dia meminta kepada kami untuk mengajukan permohonan perlindungan hukum dan dia bersedia menjadi Justice Collaborator. Pada satu catatan dia di Bareskrim di penyidikan sekarang ini merasa nyaman, merasa senang, dan plong," tutur Deolipa.

Sebelumnya, Tim kuasa hukum Bharada Richard Eliezer, telah menyambangi kantor Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). Adapun kehadirannya terkait untuk mengajukan permohonan perlindungan dan pengajuan sebagai Justice Collaborator terhadap kliennya Bharada Richard Eliezer.

"Kami berharap dapat bertemu pimpinan LPSK untuk mengajukan permohonan perlindungan saksi ke Bharada E," ucap Diolipa Yumara di kantor LPSK, Ciracas, Jakarta Timur, Senin (8/8).

Selain itu ia juga meyakini bahwa dalam pembunuhan Brigadir J ada tersangka lain selain kliennya Bharada E yang tertuang pada Pasal 338 KUHP Juncto 55 dan 56 KUHP.

"Dalam konteks ini tentunya ada pelaku yang lebih besar terhadap atau ada pelaku utama yg melakukan tindak pidana," jelas Deolipa.

Ia bahkan mengungkapkan, kliennya merasa siap untuk menjadi Justice Collaborator usai melalui banyak pembicaraan dengan pengacara barunya.

Baca juga:
Moeldoko sebut Kapolri sudah Ikuti Perintah Jokowi soal Brigadir J, Ini Arahannya
Kuasa Hukum Datangi Kantor LPSK, Ajukan Perlindungan Bharada E
Pengacara: Bharada E Diperintah Atasan 'Tembak..Tembak..Tembak'
Besok, LPSK ke Bareskrim Temui Bharada E
Kuasa Hukum Brigadir J Menilai Peran Brigadir RR Bukan Pengancam

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini