Peneliti ajukan perubahan nama pesut Mahakam di forum internasional
Merdeka.com - Sejumlah peneliti ingin memproses perubahan nama ilmiah Pesut Mahakam (Orcaella Brevirostris) menjadi Orcaella Mahakamensis di forum internasional. Pesut Mahakam menjadi sangat langka dan unik, sehingga nama baru menjadi pembeda dengan pesut yang hidup di pesisir.
Danielle Kreb, peneliti satwa pesut berkewarganegaraan Belanda dari yayasan konservasi Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) ini menuturkan, pesut sejatinya memiliki 2 genus, hidup di air tawar dan yang hidup di daerah pesisir.
"Pesut ada 2 jenis ya, di Mahakam hanya di air tawar, dimana secara evolusi, sudah terpisah dari pesisir. DNA-nya sudah berbeda, antara yang di air tawar di Mahakam dan di pesisir," kata Danielle, dalam perbincangan bersama merdeka.com, Sabtu (25/2) sore.
Baru-baru ini warga kabupaten Berau, dibuat kagum dengan kemunculan pesut di muara sungai dan pesisir Berau. Warga sempat mengira, pesut itu adalah pesut Mahakam, yang hijrah dari perairan Sungai Mahakam. Bagi Danielle yang sudah meneliti pesut selama 20 tahun, keberadaan pesut di Berau bukan hal baru.
"Keberadaan pesut di Berau itu, kami sudah teliti sejak 2003 ya. Itu adalah pesut yang di laut, itu pesut pesisir. Masih merupakan satu spesies karena kemiripannya dengan pesut di Mahakam. Kami sudah teliti DNA, dan memang berbeda," ujar Danielle.
"Kalau yang pesut pesisir ini, seperti kita pernah teliti juga di Sungai Sesayap antara Berau dan Bulungan Kalimantan Utara, sama dengan yang ada di Filipina dan Thailand. Bahkan sebaran Orcaella Brevirostris atau nama Inggris-nya adalah Irrawaddy Dolphin sampai ke India. Nah ini, hidupnya di pesisir," jelasnya.
Menurutnya, pesut Mahakam memiliki keunikan dan lebih spesifik karena hanya hidup di air tawar. Saat ini, peneliti tengah mempersiapkan pengajuan perubahan nama pesut Mahakam, menjadi Orcaella Mahakamensis, atau dalam bahasa Inggris adalah Mahakam Dolphin.
"Sekarang dalam pengajuan dipisahkan dengan yang hidup di laut, di pesisir, atau di muara. Nama ilmiah pesut Mahakam kemungkinan akan berubah," sebut Danielle.
"Jadi, kalau masyarakat melihat pesut di daerah pesisir, semisal di Berau, itu bukan pesut Mahakam. Lebih tepatnya adalah pesut pesisir," tambahnya.
Pengajuan perubahan nama pesut Mahakam agar lebih spesifik sedang dalam proses ke peneliti Internasional.
"Kita ajukan ke jurnal yang diakui dunia, di-review peneliti. Kalau tidak ada komentar, nanti akhirnya diterima komunitas ilmuwan, hingga ke LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia),"
Di Indonesia, pesut pesisir bisa ditemukan di Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur. Semisal di Teluk Balikpapan, muara dan delta Mahkam, Sangkulirang, muara Berau hingga muara Tarakan. Pesut pesisir dalam perlindungan dunia internasional disebut dalam kondisi rawan.
"Kalau pesut Mahakam itu sangat terancam punah. Jadi ada perbedaan di situ. Pesut di Mahakam dan pesisir, sama-sama Orcaella Brevirostris, sama namanya, cuma DNA berbeda," jelasnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya