Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pendidikan seks akan hindarkan mahasiswa gaul bebas di Bandung

Pendidikan seks akan hindarkan mahasiswa gaul bebas di Bandung Ilustrasi Pasangan Seks. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Remaja pada umumnya masih bingung tengah mencari jati diri. Jika tidak tepat arah mereka akan terjerumus kepada hal-hal negatif termasuk seks bebas. Di Bandung ada sebuah lembaga Mitra Citra Remaja (MCR) yang berasal dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Jawa Barat.

Berdiri sejak 1992, MCR ini mengembangkan pusat informasi, edukasi dan konseling serta pelayanan kesehatan seksual dan reproduksi yang berkualitas, berbasis hak dan berperspektif jender. 

MCR sadar betul remaja butuh tempat konseling atau curhat dengan pendekatan-pendekatan agar tren seks pranikah bisa terus ditekan.

Mata rantai dibuat dengan membuat pelopor yang diberi nama PE (Pree education) agar secara simultan informasi seputar pengetahuan seks bisa tersebar.

"Kita itu selain hanya penyuluhan tapi membuat semacam kader (PE) di setiap sekolah untuk nantinya PE ini bisa menjadi orang yang dicurhatin oleh temannya di sekolah," ungkap Koordinator MCR program choice Putri Rian Sari kepada merdeka.com.

Cukup berhasil memang, sejauh ini kader di setiap sekolah itu bisa terus mempengaruhi hingga akhirnya setiap sekolah di Bandung sudah memiliki lima PE tersebut.

"Kita sudah enam sekolah yang bekerja sama, artinya satu sekolah lima orang dikalikan enam, sudah ada 30 orang. 30 orang inilah yang akan kita bombing untuk nantinya mereka bisa menjadi perwakilannya di sekolah," ungkapnya.

Menurut Putri, pendidikan seks sudah seharusnya diberikan sejak dini. terlebih buat yang sudah beranjak remaja, meskipun masih di ambang pro dan kontra.

Justru pendidikan seks yang diarahkan dengan baik akan meminimalisir adanya seks di luar nikah. Informasi yang terarah dilakukan secara informal melalui pendidikan seks itu akan sangat membantu menekan angka kejadian perilaku seks bebas di kalangan remaja.

"Mereka ini PE yang sekarang sudah dibimbing sukan dijadikan tempat curhat, ini kan sifatnya informal, justru lebih bagus, karena kalau secara formal orang suka malu," ungkapnya.

Menurut dia ada beberapa faktor yang mendorong anak remaja melakukan hubungan seks di luar nikah. Di antaranya adalah faktor keluarga, yakni melalui perhatian orang tua. Pengawasan melalui pendidikan seks yang bersifat tidak mengekang akan meminimalisir si anak terjerumus ke dalam seks bebas.

Kedua adalah pergaulan dari lingkungannya, kemudian ketidaktahuan resiko terbesar dari hubungan gelap itu, perilaku dari pribadi itu sendiri didorong oleh rasa ingin tahu yang besar untuk mencoba segala hal yang belum diketahui.

Oleh karena itu dia mendorong agar remaja itu sudah seharusnya mengetahui pendidikan seksual.

"Kami di sini siap membantu konseling mau dia bertemu langsung ataupun sms atau telpon bisa, semua gratis," ungkapnya. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP