Penampakan Tebing di Garut yang Longsor Akibat Guncangan Gempa
Merdeka.com - Getaran gempa magnitudo 4,9 yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya sampai ke Garut. Dampaknya sebuah tembok penahan tanah (TPT) tebing di pinggir jalan nasional, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut ambrol.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kabupaten Garut, Tubagus Agus Sofyan menyebut bahwa ambrolnya TPT terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di Perumahan Pondok Indah Palasari Cijolang, Desa Cijolang, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut.
"Diperkirakan karena getaran gempa di Tasikmalaya ditambah kemarin Garut diguyur hujan deras. Tinggi TPT yang ambrol 12 meter dengan panjang 50 meter," ujarnya.
Tubagus menyebut bahwa getaran gempa di Tasikmalaya memang terasa sampai Garut. Namun dalam peristiwa ambrolnya TPT ini dipastikan tidak ada korban jiwa. Selain itu juga, meski posisinya berada di pinggir jalan nasional, material TPT dan tanah tidak sampai menutup jalan. "Arus lalu lintas aman, tidak terganggu," katanya.
©2020 Merdeka.com
Video detik-detik ambrolnya TPT tersebut sempat beredar di media sosial dan menjadi perbincangan warganet. Tubagus mengimbau seluruh warga, khususnya pengendara yang melewati jalur nasional Limbangan untuk waspada karena sejumlah titik di jalur tersebut rawan longsor, khususnya saat hujan turun dengan deras.
Sementara itu, Kapolsek Limbangan, Kompol Hermansyah menduga bahwa ambrolnya TPT tersebut karena kurang kuatnya TPT yang dibangun.
"Kemiringannya juga itu lebih dari 45 derajat. Sekitar 80 derajat sehingga rawan. Karena kondisi kemarin hujan ditambah tadi ada gempa, TPTnya diduga tidak kuat menahan tanah jadinya ambrol," ucapnya.
Kapolsek akan berkoordinasi dengan pengembang perumahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. "Ini harus segera diperbaiki karena warga khawatir kejadian serupa terjadi. Apalagi ini di jalur nasional, jangan sampai mengganggu arus lalu lintas," tegasnya. (mdk/cob)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya