Penampakan Desain Alun-Alun Hutan Kota Depok, Ada Jembatan Gantung di Atas Setu Tujuh Muara

Pembangunan alun-alun ini menelan anggaran Rp45 miliar.

Nur Fauziah
Oleh Nur Fauziah - Reporter
Penampakan Desain Alun-Alun Hutan Kota Depok, Ada Jembatan Gantung di Atas Setu Tujuh Muara
Penampakan Desain Alun-Alun Hutan Kota Depok, Ada Jembatan Gantung di Atas Setu Tujuh Muara (Merdeka.com)
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pemerintah Kota Depok membangun alun-alun jilid 2 yang terletak di wilayah barat Kota Depok, tepatnya di Bojongsari dekat Setu Tujuh Muara. Pembangunan alun-alun ini menelan anggaran Rp45 miliar.

Alun-alun ini mengusung konsep hutan kota karena berada di dekat area hutan jati.

Alun-alun ini mengusung konsep hutan kota karena berada di dekat area hutan jati.
Dok. Istimewa

Dari gambar maket yang ditampilkan akun pribadi Wali Kota Depok Mohammad Idris, terlihat alun-alun ini sangat menarik.

Dari gambar maket yang ditampilkan akun pribadi Wali Kota Depok Mohammad Idris, terlihat alun-alun ini sangat menarik.
Dok. Istimewa

Gerbang utama menampilkan dua sisi pintu dengan pagar hitam yang disampingnya terdapat dua bangunan permanen dengan bentuk khusus.

Luas area ini adalah 2,3 hektar, namun tidak semua dibangun.

Luas area ini adalah 2,3 hektar, namun tidak semua dibangun.
Dok. Istimewa

Pemkot Depok hanya membangun 60 persen saja di lokasi. Karena di sana ada Setu Tujuh Muara sehingga harus memperhatikan garis sempadan sungai (GSS).

Alun-alun ini dibangun selama enam bulan dan ditargetkan selesai tahun ini. Pemkot Depok menamakan alun-alun jilid 2 ini dengan sebutan Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat.

Alun-alun ini dibangun selama enam bulan dan ditargetkan selesai tahun ini. Pemkot Depok menamakan alun-alun jilid 2 ini dengan sebutan Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat.
Dok. Istimewa

"Ada hutan, kenapa? Karena memang ada hutan jati tidak kita tebang, kita lestarikan cuma nanti ada tambahan jogging track untuk bisa mutar hutan," kata Idris.

Terlihat dalam tampilan foto kedua, ada jembatan gantung yang melintas di atas Setu Tujuh Muara. Anggaran untuk membangun jembatan ditaksir Rp 12-14 miliar.

Terlihat dalam tampilan foto kedua, ada jembatan gantung yang melintas di atas Setu Tujuh Muara. Anggaran untuk membangun jembatan ditaksir Rp 12-14 miliar.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pembangunan alun-alun jilid 2 ini diambil dari dana APBD Depok 2023. Dalam gambar terlihat adanya pepohonan yang merupakan kawasan hutan Jati.

Secara umum, sejumlah fasilitas yang ada di antaranya pendopo, playground, kios UMKM, kolam, mushola, jembatan, jogging track serta fasilitas umum lainnya. Ada juga spot-spot yang dimanfaatkan untuk pertemuan dan segala macam.

Kawasan ini juga bisa digunakan untuk anak-anak bermain. Sejumlah fasilitas anak yang ada di area playground antara lain jungkat jungkit dan perosotan.

Idris berharap pembangunan ini bisa berjalan lancar. Sehingga warga bisa segera menikmati keindahan Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat. "Mohon doa dan dukungan dari wafga kota agar proses pembangunan Taman Alun-alun dan Hutan Kota Wilayah Barat dapat berjalan lancar sesuai rencana serta dapat digunakan di akhir tahun ini," ucap Idris.

Sawangan dan Bojongsari Jadi Pusat Keramaian Baru

Pemkot Depok saat ini sedang mengejar pembangunan di kawasan barat. Bahkan kawasan barat yaitu Sawangan dan Bojongsari ditetapkan sebagai titik keramaian baru. "Kami telah mencanangkan wilayah barat yaitu Sawangan dan Bojongsari sebagai titik keramaian baru atau the new center point Kota Depok, sehingga pembanguan di wilayah tersebut terus dikejar," ujar dia.

Sawangan menjadi salah satu wilayah di bagian barat kota Depok yang memiliki prospek cukup tinggi sebagai pusat bisnis, hunian, dan gaya hidup di kota Depok. Didukung dengan pengeluaran pemerintah pada sektor infrastruktur di wilayah barat Kota Depok, maka diprediksi akan mempercepat pertumbuhan ekonomi serta mendukung iklim investasi di wilayah tersebut. "Jadi secara bersamaan akan mampu mendorong investasi di sektor lain, terutama bidang perdagangan," pungkasnya. Kontributor Depok: Nur Fauziah

Rekomendasi