Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan (Pemprov Papeg) telah menyelesaikan pembangunan fasilitas penampungan baru. Pembangunan ini ditujukan bagi fakir miskin dan masyarakat kurang mampu di wilayah Kabupaten Jayawijaya. Fasilitas ini berlokasi strategis di Sinakma, memberikan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.
Proyek vital ini dikelola oleh Dinas Sosial (Dinsos) Pemprov Papeg, menunjukkan komitmen pemerintah daerah. Anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan mencapai kurang lebih Rp7,5 miliar. Fasilitas ini diharapkan dapat segera berfungsi optimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Papeg, Ronald Yikwa, mengonfirmasi selesainya proyek. Pembangunan ini mencakup satu asrama dan tiga barak penampungan modern. Kunci bangunan telah diserahkan kepada pihak penanggung jawab untuk operasional.
Advertisement
Advertisement
Detail Proyek dan Anggaran Pembangunan Penampungan Fakir Miskin Jayawijaya
Pembangunan penampungan ini merupakan inisiatif penting Pemprov Papua Pegunungan untuk mengatasi isu sosial. Proyek yang dibiayai dari anggaran tahun 2025 ini telah rampung sepenuhnya. Total biaya yang dikeluarkan untuk pembangunan mencapai angka Rp7,5 miliar. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan tempat tinggal layak bagi warga rentan.
Ronald Yikwa menjelaskan bahwa fasilitas ini meliputi satu asrama dan tiga unit barak. Asrama akan diperuntukkan khusus bagi anak-anak jalanan di Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Jayawijaya. Sementara itu, tiga barak lainnya akan menjadi tempat tinggal bagi masyarakat kurang mampu.
Penyerahan kunci dari keempat bangunan tersebut telah dilakukan oleh pihak Dinas Sosial Papua Pegunungan kepada penanggung jawab. Proses serah terima ini menandai dimulainya operasional fasilitas. Pihak penanggung jawab kini memiliki wewenang penuh untuk mengelola dan memfungsikan bangunan. Hal ini memastikan keberlanjutan program rehabilitasi sosial.
Advertisement
Advertisement
Tujuan Mulia dan Manfaat Penampungan Fakir Miskin Jayawijaya
Pembangunan fasilitas ini memiliki tujuan utama untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan. Anak-anak jalanan dan fakir miskin di Papua Pegunungan akan mendapatkan tempat bernaung. Mereka akan terlindungi dari terik matahari serta guyuran hujan yang ekstrem. Ini adalah langkah konkret dalam penanganan masalah sosial.
Ronald Yikwa berharap agar bangunan yang telah selesai dibangun ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Kami berharap bangunan yang telah dibangun tersebut dengan menggunakan anggaran pemerintah supaya digunakan sebagai baik-baiknya dalam rangka penanganan anak-anak jalanan dan fakir miskin di Papua Pegunungan,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan harapan pemerintah.
Keberadaan asrama dan barak ini diharapkan mampu menciptakan rasa kedamaian bagi penghuninya. Dengan fasilitas yang layak, mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih baik. Inisiatif ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kelompok masyarakat rentan. Ini juga menjadi contoh nyata upaya peningkatan kualitas hidup di Papua Pegunungan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews