Pemprov Banten Kesulitan Mengidentifikasi Pabrik Pembuang Limbah ke Sungai Ciujung

Air Sungai Ciujung yeng terletak di Kecamatan Carenang Kabupaten Serang tersebut menghitam dan bau akibat tercemar limbah pabrik. Akibatnya, air Sungai Ciujung sudah tidak bisa dikonsumsi masyarakat setempat.

Dwi Prasetya
Oleh Dwi Prasetya - Reporter
Pemprov Banten Kesulitan Mengidentifikasi Pabrik Pembuang Limbah ke Sungai Ciujung
Mahasiswa Tuntut Pemkab Serang Tangani Pencemaran Sungai Ciujung. ©2019 Merdeka.com/Dwi Prasetya

Pemerintah Provinsi Banten menyatakan belum menemukan solusi untuk menangani pencemaran di Sungai Ciujung. Padahal, pencemaran sungai Ciujung akibat limbah industri di Serang Timur tersebut telah berlangsung lama.

Air Sungai Ciujung yeng terletak di Kecamatan Carenang Kabupaten Serang tersebut menghitam dan bau akibat tercemar limbah pabrik. Akibatnya, air Sungai Ciujung sudah tidak bisa dikonsumsi masyarakat setempat.

"Pencemaran (Sungai Ciujung) sulit mengidentifikasi karena limbahnya tidak ada mereknya limbah dari pabrik mana," kata Kepala Dinas Lingkungan hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Banten Husni Hasan, Selasa (27/8).

Husni menyadari pencemaran itu sangat merugikan masyarakat karena sebelum tercemar, air Sungai Ciujung selalu dikonsumsi masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Mencari ikan, mengairi tambak-tambak perikanan dan persawahan juga untuk mencuci dan mandi.

"Ini kan kita main petak umpet ini dengan industri. Kita lakukan pengecekan aman-aman saja begitu kita tinggalkan lokasi kembali hitam (air sungai). Tapi kita imbau mereka arif mengelola limbah karena mereka punya instalasi pengolahan air limbah," katanya.

Sebelumnya, Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) se-Banten menggelar aksi demonstrasi menuntut Pemprov Banten dan Pemda Kabupaten Serang untuk mencari solusi dan menindak tegas industri yang masih membuang limbah ke sungai.

Rekomendasi