Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan akses pendidikan, program beasiswa, serta pembangunan dan revitalisasi infrastruktur pendidikan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menyampaikan bahwa kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Wali Kota Benyamin Davnie pada periode 2024 hingga awal 2026 diarahkan untuk memastikan masyarakat memperoleh layanan pendidikan yang merata dan berkualitas.
"Bapak Wali Kota Benyamin Davnie selalu menekankan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah harga mati. Beliau ingin memastikan generasi penerus di Tangsel tidak hanya pintar secara akademis, tetapi juga memiliki keahlian yang bersertifikasi," ujar Asep dalam keterangannya, Kamis (29/1).
Menurut Asep, Pemkot Tangsel telah menyalurkan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) kepada lebih dari 91.000 siswa dari jenjang TK hingga SMP. Selain itu, pemerintah daerah juga menyediakan beasiswa bagi 7.500 siswa SMP serta 2.500 siswa dari keluarga kurang mampu sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan menekan angka putus sekolah.
"Kami juga memberikan beasiswa khusus guna memutus rantai kemiskinan melalui jalur pendidikan," katanya.
Pemkot Tangsel turut menjalankan program Beasiswa Kesetaraan Paket A, B, dan C bagi warga yang sempat putus sekolah. Program tersebut telah diikuti oleh lebih dari 500 peserta. Asep menyebutkan, kebijakan tersebut berkontribusi pada peningkatan Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–12 tahun yang mencapai 99,72 persen.
Di sisi infrastruktur, Pemkot Tangsel melakukan revitalisasi sarana dan prasarana di 27 sekolah serta membangun ruang kelas baru di sejumlah wilayah. Pemerintah daerah juga membangun fasilitas publik, seperti Alun-alun Kecamatan Ciputat Timur dan 16 Balai Warga, sebagai ruang interaksi dan kegiatan sosial masyarakat.
Advertisement
Pada sektor kesehatan dan kesejahteraan, Asep menyampaikan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Tangerang Selatan pada 2025 tercatat sebesar 84,81. Capaian tersebut merupakan yang tertinggi di Provinsi Banten dan masuk kategori sangat tinggi secara nasional. Selain itu, Tangsel juga mencatat penurunan angka stunting dan pengangguran terbuka melalui sejumlah program intervensi.
"Proyeksi kami di tahun 2026, sesuai arahan Pak Wali Kota, adalah memperkuat digitalisasi pendidikan dan memperluas cakupan jaminan kesehatan gratis atau Universal Health Coverage," ujar Asep.
Advertisement
Ia menambahkan, hingga awal 2026 Pemkot Tangsel telah membangun fasilitas sanitasi layak di 230 RT serta merehabilitasi 26 rumah warga terdampak bencana. Di sektor ekonomi, pemerintah daerah membentuk 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih dan memfasilitasi sertifikasi halal gratis bagi produk UMKM.
"Dengan berbagai program tersebut, harapannya kualitas hidup masyarakat dapat meningkat dan daya saing warga Tangsel semakin kuat," pungkas Asep.