Pemkot Jayapura Minta Warga Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Jayapura untuk Cegah Banjir

Pemerintah Kota Jayapura mengingatkan pentingnya Kesadaran Lingkungan Jayapura di tengah potensi bencana banjir akibat kebiasaan membuang sampah dan aktivitas merusak alam.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkot Jayapura Minta Warga Tingkatkan Kesadaran Lingkungan Jayapura untuk Cegah Banjir
Pemerintah Kota Jayapura mengingatkan pentingnya Kesadaran Lingkungan Jayapura di tengah potensi bencana banjir akibat kebiasaan membuang sampah dan aktivitas merusak alam. (AntaraNews)

Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura, Papua, secara tegas mengimbau seluruh warganya untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Imbauan ini disampaikan guna mencegah potensi bencana banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, terutama saat musim hujan tiba.

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, pada Senin (13/4) di Jayapura, menegaskan bahwa kebiasaan membuang sampah sembarangan memiliki dampak langsung yang serius terhadap terjadinya banjir. Oleh karena itu, masyarakat diminta lebih sadar untuk membuang sampah pada tempatnya.

Kondisi topografi Kota Jayapura yang didominasi oleh wilayah pegunungan dan lembah menjadikan daerah ini sangat rentan terhadap banjir, khususnya ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Peningkatan kewaspadaan dan partisipasi aktif masyarakat sangat diperlukan untuk mitigasi risiko bencana.

Ancaman Banjir Akibat Sampah dan Topografi Rentan

Wali Kota Abisai Rollo menyoroti bahwa pemukiman warga yang berada di posisi relatif rendah, seperti kawasan Dok IX di Distrik Jayapura Utara, sangat mudah terendam air. Situasi ini diperparah saat air laut dalam kondisi pasang, menambah kerentanan wilayah tersebut terhadap genangan air.

Kebiasaan buruk membuang sampah sembarangan menjadi salah satu pemicu utama bencana banjir di Jayapura. Sampah yang menumpuk di saluran air akan menghambat aliran air, menyebabkan genangan, dan mempercepat terjadinya banjir saat curah hujan tinggi.

Mengingat karakteristik geografis Kota Jayapura yang berbukit dan berlembah, setiap tindakan yang merusak lingkungan akan memiliki konsekuensi yang signifikan. Oleh karena itu, peningkatan Kesadaran Lingkungan Jayapura serta peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan sangat krusial untuk melindungi kota dari ancaman banjir.

Dampak Penebangan Hutan dan Penggalian Tanah terhadap Lingkungan

Selain masalah sampah, Pemkot Jayapura juga menyoroti aktivitas penebangan hutan dan penggalian tanah yang dilakukan untuk pendulangan emas di wilayah pegunungan. Kegiatan ini dinilai dapat memperparah risiko banjir dan tanah longsor yang membahayakan warga.

Penebangan hutan secara liar mengurangi kemampuan tanah untuk menyerap air, sehingga air hujan langsung mengalir ke dataran rendah dengan volume besar. Sementara itu, penggalian tanah dapat destabilisasi struktur tanah, memicu longsor saat hujan deras.

Pemkot Jayapura mengajak seluruh masyarakat untuk tidak lagi melakukan penebangan hutan maupun aktivitas penggalian tanah yang merusak. Kolaborasi antara pemerintah dan warga sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah bencana alam yang merugikan.

Masyarakat Kota Jayapura diimbau untuk bersama-sama menjaga lingkungan, membersihkan saluran air di sekitar tempat tinggal, dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana. Dengan demikian, kota ini dapat terhindar dari musibah yang disebabkan oleh kelalaian bersama.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi