Pemkab Sukabumi Dukung Pembangunan Hunian Tetap bagi Korban Pergerakan Tanah

Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengambil langkah strategis mendukung pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak pergerakan tanah di Jampangtengah, memastikan pemulihan dan hak atas tempat tinggal layak.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sukabumi Dukung Pembangunan Hunian Tetap bagi Korban Pergerakan Tanah
Pemerintah Kabupaten Sukabumi serius tangani dampak bencana, sediakan lahan bagi pembangunan 16 unit hunian tetap Sukabumi untuk warga terdampak pergerakan tanah di Jampangtengah. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, baru-baru ini menunjukkan komitmen kuat dalam upaya pemulihan pascabencana alam. Mereka memberikan dukungan signifikan untuk penyediaan lahan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat. Langkah ini ditujukan khusus kepada warga terdampak pergerakan tanah di Kampung Pangantrongan, Desa Panumbangan, Kecamatan Jampangtengah.

Inisiatif ini merupakan respons cepat terhadap kebutuhan mendesak akan tempat tinggal yang aman dan layak bagi para korban. Bupati Sukabumi, Asep Japar, menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bagian dari strategi pemulihan. Tujuannya adalah memastikan setiap keluarga yang kehilangan rumah memiliki kembali tempat bernaung.

Peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap ini menjadi simbol harapan baru bagi warga. Sebanyak 16 unit rumah akan dibangun melalui program tanggung jawab sosial Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Cabang Palabuhanratu. Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.

Bupati Sukabumi, Asep Japar, menyatakan bahwa pembangunan hunian tetap ini adalah langkah strategis dalam pemulihan pascabencana. Hal ini sekaligus memastikan hak masyarakat atas hunian layak tetap terpenuhi. "Peletakan batu pertama ini menandai semangat baru untuk bangkit dan menatap masa depan dengan optimistis," katanya.

Pemerintah Kabupaten Sukabumi berkomitmen terus bersinergi dengan lembaga kemanusiaan, pihak swasta, dan masyarakat. Sinergi ini bertujuan untuk memperkuat penanggulangan bencana serta pemulihan sosial dan ekonomi. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi warganya.

Bupati Asep Japar juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mengambil peran aktif dalam upaya pemulihan ini. "Terima kasih kepada semua pihak yang berbagi peran untuk membangun Sukabumi yang lebih kuat dan berdaya," katanya. Dukungan ini sangat vital untuk keberhasilan program pembangunan hunian tetap.

Pembangunan 16 unit hunian tetap ini terlaksana melalui program tanggung jawab sosial atau CSR dari Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Cabang Palabuhanratu. Keterlibatan pihak swasta seperti Bank BJB sangat membantu mempercepat proses pemulihan pascabencana. Ini juga menunjukkan kepedulian korporasi terhadap lingkungan sosialnya.

Manajer Bisnis Komersial Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Cabang Palabuhanratu, Prayogo Pangestu, menjelaskan tujuan program ini. Program tersebut bertujuan membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana pergerakan tanah. Fokus utama adalah memberikan solusi konkret bagi mereka yang paling membutuhkan.

Prayogo Pangestu juga berharap proses pembangunan hunian tetap dapat selesai tepat waktu. Penyelesaian yang cepat akan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi warga yang membutuhkan. Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap pembangunan ini menjadi langkah awal untuk memastikan masyarakat kembali memiliki tempat tinggal yang aman, layak, dan berkelanjutan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi