Pemkab Sigi Usulkan Penambahan Lahan untuk Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Sigi

Pemerintah Kabupaten Sigi mengusulkan penambahan lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Sigi menjadi 8 hektare, demi fasilitas lengkap termasuk stadion, dengan target mulai Juli 2026.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sigi Usulkan Penambahan Lahan untuk Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Sigi
Pemerintah Kabupaten Sigi mengusulkan penambahan lahan untuk Pembangunan Sekolah Rakyat Sigi menjadi 8 hektare, demi fasilitas lengkap termasuk stadion, dengan target mulai Juli 2026. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengajukan usulan penambahan luas lahan untuk pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat di wilayahnya. Usulan ini bertujuan untuk memperluas area dari rencana awal 6 hektare menjadi 8 hektare. Penambahan lahan ini diharapkan memungkinkan pembangunan fasilitas yang lebih komprehensif, termasuk sebuah stadion olahraga di lokasi yang sama.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, menjelaskan bahwa usulan ini menjadi alasan utama mengapa pembangunan Sekolah Rakyat di Sigi belum dimulai. Beliau menegaskan bahwa dengan lahan yang lebih luas, fasilitas pendidikan akan lebih memadai dan mampu menunjang berbagai kegiatan siswa. Rencana pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Kabupaten Sigi ditargetkan akan dimulai pada awal Juli 2026.

Seluruh persyaratan administratif untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Sigi telah terpenuhi, meskipun beberapa dokumen penting masih dalam proses penyelesaian. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan dukungan lebih. Kabupaten Sigi berkomitmen penuh untuk merealisasikan proyek pendidikan strategis ini.

Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, secara langsung mengemukakan alasan di balik usulan penambahan lahan pembangunan Sekolah Rakyat. Menurutnya, penambahan lahan dari 6 hektare menjadi 8 hektare sangat krusial untuk mengintegrasikan fasilitas pendidikan dengan sarana olahraga. Dengan demikian, sebuah stadion dapat dibangun bersamaan di lokasi Sekolah Rakyat tersebut, menciptakan lingkungan belajar yang holistik.

Rencana pembangunan gedung Sekolah Rakyat ini diharapkan dapat dimulai pada awal Juli 2026, menandai langkah konkret dalam peningkatan infrastruktur pendidikan di Sigi. Bupati menegaskan bahwa semua persyaratan dasar untuk proyek ini sudah lengkap. Namun, beberapa dokumen masih dalam tahap proses lebih lanjut untuk memastikan kelancaran seluruh tahapan pembangunan.

Keputusan untuk memperluas lahan ini mencerminkan visi jangka panjang Pemkab Sigi dalam menyediakan fasilitas pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik. Integrasi fasilitas olahraga seperti stadion diharapkan dapat mendukung pengembangan bakat siswa di bidang non-akademik. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan generasi muda yang seimbang secara intelektual dan fisik.

Berdasarkan informasi yang diterima dari Kementerian Sosial (Kemensos), sebanyak 104 Sekolah Rakyat direncanakan akan dibangun di seluruh Indonesia pada tahun ini. Kabupaten Sigi telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan Sekolah Rakyat tersebut. Ini menunjukkan pengakuan pemerintah pusat terhadap kebutuhan pendidikan di Sigi, serta kesiapan daerah dalam menyambut program ini.

Saat ini, Kabupaten Sigi telah memiliki rombongan belajar (rombel) Sekolah Rakyat yang beroperasi di Sentra Nipotowe milik Kemensos. Keberadaan rombel ini menjadi bukti awal kesiapan dan kebutuhan akan Sekolah Rakyat di daerah tersebut. Hal ini juga menjadi dasar kuat bagi Sigi untuk mendapatkan alokasi pembangunan Sekolah Rakyat yang lebih besar dan komprehensif.

Di Sulawesi Tengah sendiri, sudah ada dua Sekolah Rakyat yang aktif beroperasi, yaitu di Kota Palu dan Kabupaten Sigi. Kondisi ini menunjukkan bahwa model pendidikan Sekolah Rakyat telah terbukti efektif dan relevan di wilayah tersebut. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.

Sekolah Rakyat yang akan dibangun di Sigi ini direncanakan akan mencakup jenjang pendidikan yang lengkap, mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Saat ini, Sekolah Rakyat di Sigi telah memiliki dua rombel untuk tingkat SMP. Dengan adanya fasilitas baru, cakupan pendidikan akan diperluas untuk mengakomodasi siswa dari berbagai jenjang usia.

Sesuai dengan aturan prioritas yang berlaku, anak-anak dari keluarga miskin menjadi target utama penerima manfaat dari Sekolah Rakyat ini. Selain itu, anak-anak putus sekolah juga akan mendapatkan kesempatan kedua untuk melanjutkan pendidikan mereka. Program ini juga menyasar anak-anak yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), memastikan bantuan pendidikan tepat sasaran.

Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam mengatasi masalah putus sekolah dan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Dengan menyediakan akses pendidikan yang inklusif dan terjangkau, diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Sigi. Sekolah Rakyat menjadi harapan baru bagi banyak keluarga di daerah tersebut.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi