Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, bersama seluruh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melaksanakan Shalat Idul Fitri 1447 Hijriah. Pelaksanaan shalat ini dipusatkan di Masjid Nurul Iman, Desa Bora, Kecamatan Sigi Kota, pada Sabtu. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya bulan Ramadan bagi umat Muslim di wilayah tersebut.
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, hadir dalam kesempatan tersebut dan menekankan pentingnya momentum Idul Fitri. Ia menyebut perayaan ini sebagai ajang untuk memperkuat tali silaturahim dan persaudaraan antar masyarakat. Pesan ini disampaikan langsung kepada awak media di Sigi.
"Jadi memang pentingnya mempererat persaudaraan tanpa memandang perbedaan," kata Rizal saat ditemui awak media di Sigi, Sabtu. Pemusatan Shalat Idul Fitri Sigi ini bertujuan menciptakan kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi landasan pembangunan Kabupaten Sigi yang lebih harmonis.
Advertisement
Advertisement
Bupati Sigi, Moh Rizal Intjenae, secara tegas menyatakan bahwa perayaan Idul Fitri adalah kesempatan emas untuk mempererat persaudaraan. Ia menekankan pentingnya menjaga hubungan baik tanpa memandang perbedaan suku, agama, atau latar belakang sosial. Hal ini menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang rukun dan damai.
"Harapannya lebaran Idul Fitri ini bisa menjadi ajang memperkuat nilai-nilai religius sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat," ucapnya. Dalam konteks pembangunan daerah, persatuan dan kebersamaan menjadi kunci utama bagi kemajuan Kabupaten Sigi. Semangat kebersamaan akan terus tumbuh dan memperkuat fondasi sosial di Kabupaten Sigi.
Pemusatan Shalat Idul Fitri Sigi di satu titik merupakan simbol dari semangat persatuan yang ingin ditumbuhkan. Inisiatif ini diharapkan dapat memfasilitasi interaksi antarwarga dan memperkuat ikatan komunitas. Masyarakat diajak untuk saling menghargai perbedaan demi terciptanya Kabupaten Sigi yang lebih baik.
Advertisement
Advertisement
Selain isu persatuan, Bupati Sigi juga menyoroti tantangan serius terkait generasi muda. Ia mengajak seluruh pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, khususnya para orang tua, untuk berperan aktif. Peran ini sangat krusial dalam menjaga generasi muda dari bahaya penyalahgunaan narkoba yang mengancam masa depan.
"Tentunya masa depan Kabupaten Sigi sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya saat ini," sebutnya. Oleh karena itu, investasi dalam pembinaan dan perlindungan generasi penerus bangsa menjadi prioritas. Edukasi dan pengawasan yang ketat diperlukan untuk membentengi mereka dari pengaruh negatif.
Kerja sama lintas sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan keluarga sangat dibutuhkan dalam upaya ini. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan lingkungan yang aman dan positif dapat tercipta bagi pertumbuhan generasi muda. Momentum Shalat Idul Fitri Sigi ini menjadi pengingat akan tanggung jawab kolektif tersebut.
Advertisement
Sumber: AntaraNews