Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah memulai penyaluran bantuan material atau bahan bangunan. Bantuan ini ditujukan kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat bencana alam yang melanda wilayah tersebut pada awal tahun 2026. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Tengah, Ridwan Maruf, menyebut sekitar 700 kepala keluarga (KK) terdampak bencana ini.
Penyaluran bantuan berupa semen, kayu, dan asbes ini baru dapat dilaksanakan pada pertengahan Februari 2026. Keterlambatan ini disebabkan oleh proses pengadaan yang memerlukan waktu. Sebelumnya, bantuan logistik kebutuhan pokok telah disalurkan segera setelah bencana terjadi untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga.
Distribusi bantuan material ini mencakup berbagai kecamatan di Lombok Tengah, termasuk Kopang, Janapria, Praya Timur, Pujut, Praya Barat, dan Jonggat, serta beberapa kecamatan lainnya. Fokus utama saat ini adalah memastikan bantuan bahan bangunan sampai kepada mereka yang membutuhkan untuk rehabilitasi tempat tinggal.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah melalui BPBD secara bertahap menyalurkan bantuan material bagi masyarakat terdampak bencana alam. Bantuan ini meliputi bahan bangunan esensial seperti semen, kayu, dan asbes, yang sangat dibutuhkan untuk perbaikan rumah. Proses penyaluran sempat mengalami penundaan karena kendala pengadaan barang.
Ridwan Maruf menjelaskan bahwa total sekitar 700 kepala keluarga di Lombok Tengah akan menerima bantuan ini. Mereka tersebar di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Kopang, Janapria, Praya Timur, Pujut, Praya Barat, dan Jonggat. Prioritas diberikan untuk memastikan rumah-rumah yang rusak dapat segera diperbaiki.
Sebelumnya, bantuan logistik berupa kebutuhan pokok telah disalurkan secara cepat pasca-terjadinya bencana alam. Hal ini menunjukkan respons awal pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan dasar warga. Kini, fokus utama beralih ke penyediaan material bangunan untuk mendukung tahap rehabilitasi.
Advertisement
Advertisement
Untuk penanganan bencana alam di tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah telah menyiapkan anggaran stimulan sebesar Rp250 juta. Anggaran ini dialokasikan untuk membantu masyarakat yang terdampak. Meskipun jumlah pasti yang telah digunakan belum terhitung, komitmen pemerintah daerah sangat jelas.
Ridwan Maruf menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk menyediakan bantuan stimulan bagi warga. Hal ini bertujuan untuk meringankan beban masyarakat dalam memperbaiki kerusakan yang terjadi. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pasca-bencana.
Anggaran tersebut merupakan bagian dari upaya mitigasi dan respons bencana di Lombok Tengah. Ketersediaan dana ini penting untuk memastikan bahwa setiap warga yang terdampak mendapatkan dukungan yang diperlukan.
Advertisement
Advertisement
Bencana alam di awal tahun 2026 di Lombok Tengah disebabkan oleh cuaca ekstrem, termasuk angin puting beliung dan hujan lebat. Angin puting beliung mengakibatkan kerusakan di beberapa desa. Data BPBD mencatat 41 bangunan terdampak di 10 desa.
Dampak angin puting beliung meliputi Desa Bilelando (3 KK), Desa Jelantik (29 KK), Desa Labulia (1 KK), Desa Tanak Awu (1 KK), Teruai (1 KK), Desa Laju (1 KK), Desa Murbaya (1 KK), dan Desa Nadia (1 KK). Kerusakan ini memerlukan perbaikan segera.
Selain angin puting beliung, hujan lebat menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Desa Kabul menjadi yang paling terdampak dengan 337 KK. Desa lainnya yang mengalami banjir adalah Bonder (5 KK), Selong Belanak (109 KK), Tanak Rarang (16 KK), Kateng (15 KK), Kuta (27 KK), Pengembur (70 KK), Puyung (5 KK), dan Kidang (80 KK).
Advertisement
Sumber: AntaraNews