Pemerintah Kabupaten Aceh Besar secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap proyek pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Aceh Besar–Banda Aceh. Proyek strategis ini berlokasi di Kecamatan Leupung, dan diharapkan menjadi solusi permanen untuk masalah ketersediaan air bersih. Inisiatif ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat di dua wilayah tersebut yang sering mengalami kesulitan air.
Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menjelaskan bahwa selama ini masyarakat di Aceh Besar dan Banda Aceh masih sangat bergantung pada sumber air yang rentan kekeringan. Kondisi ini seringkali menyebabkan gangguan serius pada distribusi air bersih, terutama saat musim kemarau panjang tiba. Oleh karena itu, pembangunan SPAM Regional menjadi sangat krusial untuk menjamin pasokan air yang stabil.
Pernyataan dukungan ini disampaikan di sela-sela peninjauan lokasi pembangunan SPAM Regional di Kecamatan Leupung bersama Anggota Komisi V DPR RI dari Dapil Aceh I, Ghufran Zainal Abidin. Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama antara pemerintah daerah dan pusat dalam mempercepat realisasi proyek vital ini. Diharapkan, SPAM Regional dapat segera terwujud untuk kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Penuh Pemerintah Daerah dan Manfaat Jangka Panjang
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar (Pemkab Aceh Besar) memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Leupung atas dukungan mereka. Dukungan ini terutama terkait proses pembebasan lahan yang menjadi fondasi awal pembangunan proyek strategis tersebut. Pemkab Aceh Besar terus aktif melakukan sosialisasi serta pendampingan untuk memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan.
Bupati Muharram Idris optimis bahwa keberadaan SPAM Regional ini akan membawa dampak positif yang signifikan. “Jika SPAM Regional sudah dibangun, Insya Allah masyarakat Aceh Besar dan Banda Aceh, khususnya wilayah barat, akan lebih mudah mendapatkan air bersih,” kata Muharram Idris. Ini akan meningkatkan kualitas hidup serta kesehatan penduduk secara keseluruhan.
Ketergantungan pada sumber air yang tidak stabil akan berkurang drastis dengan adanya SPAM Regional. Proyek ini dirancang untuk menyediakan pasokan air bersih yang berkelanjutan. Realisasi SPAM Regional pada tahun 2027 diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Advertisement
Advertisement
Pengawalan DPR RI dan Percepatan Pembebasan Lahan
Anggota Komisi V DPR RI, Ghufran Zainal Abidin, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh pembangunan SPAM Regional ini di tingkat pusat. Pengawalan ini bertujuan agar proyek dapat segera terealisasi sesuai target yang telah ditetapkan. “Kami minta masyarakat dapat mendukung penuh kehadiran SPAM ini, karena sangat bermanfaat untuk pemenuhan air bersih bagi warga di Aceh Besar dan Banda Aceh,” kata Ghufran.
Sebagai wakil rakyat, Ghufran akan terus memantau setiap tahapan pembangunan SPAM Regional Aceh Besar. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai rencana dan tidak ada kendala berarti. Komitmen ini menunjukkan keseriusan dalam mewujudkan proyek vital bagi masyarakat Aceh.
Ghufran sangat berharap adanya dukungan penuh dari berbagai pihak terkait. Dukungan ini mencakup Pemerintah Aceh, Pemkab Aceh Besar, Pemerintah Kota Banda Aceh, serta instansi teknis terkait lainnya. “Saya berharapkan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Aceh, Bupati Aceh Besar, Wali Kota Banda Aceh, balai dan semua pihak terkait. Insya Allah 2026 ini kita akan selesaikan pembebasan lahan masyarakat,” katanya.
Advertisement
Advertisement
Urgensi SPAM Regional untuk Ketersediaan Air Bersih Berkelanjutan
Ketersediaan air bersih merupakan hak dasar setiap warga negara dan menjadi faktor krusial bagi pembangunan berkelanjutan. Pembangunan SPAM Regional Aceh Besar menjadi jawaban atas tantangan ketersediaan air bersih yang kerap menghantui masyarakat. Proyek ini bukan hanya sekadar infrastruktur, melainkan investasi penting untuk masa depan.
Krisis air bersih yang sering terjadi akibat kekeringan menunjukkan betapa mendesaknya proyek ini. Dengan adanya SPAM Regional, masyarakat tidak perlu lagi khawatir akan pasokan air yang terganggu. Ini akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi ribuan kepala keluarga di Aceh Besar dan Banda Aceh.
Penyelesaian pembebasan lahan pada tahun 2026 menjadi kunci utama percepatan pembangunan. Setelah lahan siap, proses konstruksi dapat segera dimulai untuk mencapai target operasional pada tahun 2027. Sinergi antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat adalah fondasi keberhasilan proyek ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews