Pemerintah Terjunkan 396 Tenaga Kesehatan Cadangan Aceh untuk Pemulihan Pasca-Bencana

Kementerian Kesehatan RI bersama Dinas Kesehatan Aceh kembali menerjunkan 396 Tenaga Kesehatan Cadangan Aceh ke delapan kabupaten/kota terdampak banjir dan longsor, memperkuat fase pemulihan pasca-bencana dan menjaga kesehatan masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemerintah Terjunkan 396 Tenaga Kesehatan Cadangan Aceh untuk Pemulihan Pasca-Bencana
Pemerintah kembali mengerahkan 396 Tenaga Kesehatan Cadangan Aceh dari Kemenkes dan Dinkes Aceh untuk membantu penanganan korban banjir dan longsor, memastikan pemulihan kesehatan masyarakat terdampak bencana. (AntaraNews)

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Aceh, kembali mengirimkan bantuan vital ke wilayah terdampak bencana. Sebanyak 396 tenaga cadangan kesehatan (TCK) diterjunkan untuk memperkuat upaya pemulihan di delapan kabupaten/kota di Aceh yang dilanda banjir dan longsor.

Pelepasan tim TCK Angkatan IV ini dilaksanakan pada Minggu, 1 Februari, di halaman parkir Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh. Para tenaga medis ini akan bertugas selama 14 hari ke depan, memberikan pelayanan kesehatan esensial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Langkah ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan pemerintah dalam penanganan pasca-bencana di Aceh. Sejak masa tanggap darurat, sudah lebih dari 1.200 tenaga kesehatan dari Kemenkes dan Dinkes Aceh dikerahkan ke lokasi bencana.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Aceh, Ferdiyus, menjelaskan bahwa 396 Tenaga Kesehatan Cadangan Aceh ini akan fokus pada penanganan kesehatan di lokasi terdampak. Mereka akan bekerja secara intensif selama dua minggu untuk memastikan kebutuhan medis masyarakat terpenuhi.

Penerjunan TCK ini adalah bagian dari upaya besar yang telah berlangsung sejak awal masa tanggap darurat bencana. Total lebih dari 1.200 tenaga kesehatan telah dikerahkan untuk membantu masyarakat Aceh menghadapi dampak banjir dan longsor.

Ferdiyus juga menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Pemerintah Aceh dan semua pihak yang telah mendukung kerja keras TCK di lapangan. Kolaborasi ini sangat penting dalam memastikan efektivitas penanganan kesehatan selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang sambutannya dibacakan oleh Asisten Keistimewaan dan Kesejahteraan Aceh Syakir, menyampaikan apresiasi tinggi kepada Tenaga Kesehatan Cadangan Aceh dari Kemenkes dan Dinkes Aceh. Dedikasi serta komitmen mereka sangat berarti dalam membantu masyarakat selama masa tanggap darurat dan pemulihan.

Meskipun bencana telah berlalu 67 hari, Aceh kini memasuki fase pemulihan yang kompleks. Tantangan kesehatan yang dihadapi masyarakat mencakup risiko penyakit pasca-bencana hingga pemulihan kondisi fisik dan mental warga terdampak.

Kehadiran tenaga kesehatan pada fase pemulihan ini sangat krusial sebagai penopang utama. Hal ini memastikan proses pemulihan dapat berjalan secara berkelanjutan, efektif, dan tepat sasaran.

Pemerintah Aceh menyadari bahwa tugas yang diemban oleh para tenaga kesehatan ini tidaklah mudah. Akan tetapi, dengan bekal kompetensi, pengalaman, dan kerja sama tim yang baik, tugas tersebut diyakini dapat dilaksanakan secara profesional dan penuh tanggung jawab.

Muzakir Manaf menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus mendukung dan memastikan koordinasi berjalan optimal di lapangan. Dukungan ini penting untuk kelancaran operasional dan keberhasilan misi kemanusiaan ini.

Pemerintah Aceh juga mendoakan agar seluruh tim Tenaga Kesehatan Cadangan Aceh selalu menjaga kesehatan dan kerja keras mereka menjadi amal jariah. Pesan ini disampaikan untuk memotivasi para nakes yang bertugas di garis depan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi