Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mengambil langkah signifikan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dan meringankan beban masyarakat. Sebanyak 160.920 paket sembako disalurkan melalui kegiatan pasar murah ke 1.432 desa dan kelurahan di seluruh wilayah Kalteng. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.
Selain itu, Kalteng juga menerima 95.945 paket bantuan pangan dari Presiden Republik Indonesia yang ditujukan untuk keluarga penerima manfaat. Kedua program ini secara bersamaan bertujuan untuk menekan laju inflasi daerah. Bantuan ini juga memastikan ketersediaan pangan yang terjangkau bagi warga menjelang perayaan hari besar keagamaan.
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menegaskan bahwa program ini adalah wujud nyata perhatian pemerintah pusat dan daerah kepada masyarakat. Ia berharap masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan lebih nyaman. Program ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung kesejahteraan warga.
Advertisement
Advertisement
Upaya Stabilisasi Harga dan Pengendalian Inflasi
Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, menjelaskan bahwa penyaluran paket sembako dan bantuan pangan ini memiliki tujuan ganda. Pertama, untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di pasaran. Kedua, untuk mengendalikan inflasi daerah yang kerap terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Program pasar murah ini menjadi salah satu instrumen efektif pemerintah daerah. Program ini membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan akses ke bahan pangan dengan harga terjangkau. Bahkan, dalam pelaksanaannya, seluruh paket digratiskan oleh Gubernur untuk meringankan beban warga.
Bantuan pangan dari Presiden juga menjadi bukti konkret perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat di Kalimantan Tengah. Inisiatif ini menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Tujuannya adalah untuk menciptakan ketahanan pangan dan ekonomi bagi warga.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Menjelang Hari Raya dan Program Huma Betang
Menjelang Natal dan Tahun Baru, harga bahan pokok seringkali mengalami kenaikan yang signifikan. Kondisi ini dapat memberatkan masyarakat, terutama mereka yang berpenghasilan rendah. Oleh karena itu, kebijakan pasar murah dan bantuan pangan ini dianggap sangat tepat waktu.
Agustiar Sabran secara langsung menggratiskan seluruh paket pasar murah yang disediakan. Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan lebih tenang dan nyaman. Keputusan ini disambut baik oleh masyarakat yang merasakan langsung manfaatnya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kalteng, Herson B. Aden, menambahkan bahwa pasar murah ini merupakan bagian dari program Huma Betang. Program ini mencerminkan filosofi kerukunan dan kebersamaan masyarakat Dayak. Ini adalah bukti komitmen pemerintah dalam membantu masyarakat Kalteng secara berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Detail Paket Bantuan dan Komitmen Pemerintah
Dalam kegiatan pasar murah di halaman Istana Isen Mulang, disediakan 11.300 paket sembako khusus. Setiap paket berisi 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Nilai sebenarnya setiap paket adalah Rp147.500.
Masyarakat seharusnya menebus paket tersebut dengan harga subsidi Rp15.000. Namun, Gubernur memutuskan untuk menggratiskan seluruh paket tersebut. Ini adalah langkah nyata untuk memastikan bantuan sembako Kalteng benar-benar sampai tanpa beban finansial tambahan.
Penyaluran bantuan ini adalah bukti kehadiran pemerintah dalam meringankan beban masyarakat. Hal ini juga menunjukkan komitmen kuat untuk terus memperhatikan kesejahteraan warga di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Program serupa diharapkan dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews