Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembunuhan siswa SMA PGRI di Sumsel dilatarbelakangi dendam

Pembunuhan siswa SMA PGRI di Sumsel dilatarbelakangi dendam Pembunuh siswa SMA PGRI di Sumsel diringkus. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Motif pembunuhan terhadap Widiyan Galuh Anggoro bin Bariani (17), siswa SMA PGRI Alai, Muara Enim, Sumatera Selatan, yang dilakukan oleh temannya sendiri berinisial JJ (18), dilatarbelakangi dendam. Tersangka kesal senjata api rakitan yang dipesannya kepada korban tak kunjung ada.

Kapolres Prabumulih melalui Kabag Ops Polres Prabumulih Kompol Andi Supriadi menjelaskan, tersangka sakit hati dan kecewa karena selalu dibohongi korban. Selain pesanan senpi rakitan, tersangka juga tertipu dengan janji korban yang bermaksud menjual ponselnya namun setelah uang diserahkan, barang tersebut tak juga diberikan.

"Motifnya karena dendam. Korban sering bohongi tersangka. Tersangka pesan senpi, duit sudah diambil tapi senpi tidak ada. Korban juga sudah ambil duit waktu mau jual HP-nya, tapi HP itu belum diberikan," ungkap Andi, Senin (17/10).

Saat pembunuhan itu terjadi, kata Andi, korban sempat meminta tersangka tidak membunuhnya. Bahkan, korban yang dalam kondisi kritis merelakan sepeda motornya diambil tersangka dan berjanji tidak akan melapor ke polisi.

"Waktu itu korban bilang ke tersangka, 'kalo nak (mau) motor ambekla (ambillah), aku dakke (tidak bakal) melapor, jangan dibunuh," ujar Andi menirukan ucapan korban.

Namun, permintaan korban tak digubris tersangka. Dengan beringas, tersangka menghabisi nyawa temannya itu.

"Tersangka menunggui korban waktu sekarat, dan pergi bawa motor korban setelah tewas," kata dia.

Atas perbuatannya, tersangka JJ dikenakan Pasal 340 KUHP subsider 339 KUHP dengan ancaman pidana seumur hidup penjara. Sementara tiga tersangka lain dikenakan Pasal 480 KUHP tentang pertolongan jahat.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP