Pemberangkatan Haji Riau Berjalan Lancar, Ribuan Jemaah Tiba di Tanah Suci
Sebanyak 3.051 calon haji asal Riau telah diberangkatkan ke Tanah Suci melalui embarkasi Batam secara bertahap. Proses Pemberangkatan Haji Riau ini dipastikan lancar meski ada kendala kesehatan yang menyebabkan penundaan.
Sebanyak 3.051 calon haji asal Provinsi Riau telah berhasil diberangkatkan menuju Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Mereka berangkat melalui embarkasi Batam, Kepulauan Riau, didampingi oleh petugas haji daerah dan pembimbing. Proses keberangkatan ini berlangsung secara bertahap, dimulai dari kloter BTH 3 hingga BTH 9, yang berakhir pada 1 Mei 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Defizon, menyatakan bahwa secara umum seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar. Meskipun demikian, terdapat beberapa calon haji yang terpaksa menunda keberangkatan mereka karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan. Pemerintah terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah.
Total jemaah yang sudah diberangkatkan mencapai 3.096 orang, termasuk 14 Petugas Haji Daerah (PHD), 3 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 28 petugas kloter. Prioritas utama adalah memastikan kesehatan jemaah agar dapat menjalankan ibadah dengan optimal.
Dinamika Pemberangkatan Kloter dan Penyesuaian Jemaah
Proses pemberangkatan calon haji asal Riau dilakukan dalam beberapa kloter dengan dinamika yang berbeda-beda. Kloter BTH 3 memberangkatkan 443 orang, namun dua di antaranya harus tertunda keberangkatannya. Selanjutnya, Kloter BTH 4 membawa 440 orang, dengan lima calon haji mengalami penundaan.
Pada Kloter BTH 5, sebanyak 438 calon haji diberangkatkan, sementara tujuh orang lainnya menunda perjalanan mereka. Kloter BTH 6 memberangkatkan 399 orang, dengan adanya penyesuaian berupa mutasi antarkloter untuk optimalisasi. Defizon menjelaskan bahwa mutasi ini merupakan hal yang biasa dalam penyelenggaraan haji, biasanya karena penyesuaian data atau kondisi jemaah.
Kloter BTH 7 menjadi kloter terbesar dengan jumlah 488 calon haji yang diberangkatkan. Kloter BTH 8 memberangkatkan 445 orang, meskipun enam di antaranya tertunda dan satu calon haji dilaporkan meninggal dunia di daerah asal sebelum keberangkatan. Kloter terakhir, BTH 9, yang diberangkatkan pada 1 Mei 2026, membawa 443 orang, dengan dua orang masih menjalani perawatan di Batam.
Prioritas Kesehatan dan Pelayanan Maksimal bagi Jemaah
Defizon menjelaskan bahwa terdapat 18 orang yang tertunda keberangkatannya karena berbagai alasan kesehatan. Rinciannya, tujuh calon haji masih menjalani perawatan intensif di Batam, sementara enam orang pendamping turut tertahan untuk menemani. Selain itu, empat calon haji lainnya mengalami sakit di daerah asal mereka dan belum bisa diberangkatkan.
Pemerintah melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah haji. Upaya maksimal dilakukan, terutama dalam memastikan kesiapan fisik dan mental calon haji sebelum mereka bertolak ke Tanah Suci. Kesehatan menjadi aspek krusial yang selalu diprioritaskan.
"Kami pastikan jemaah mendapatkan pelayanan maksimal. Kesehatan menjadi prioritas utama agar mereka bisa menjalankan ibadah haji dengan lancar," ujar Defizon. Pernyataan ini menegaskan fokus pemerintah untuk memastikan setiap jemaah dapat beribadah dengan tenang dan nyaman, meskipun ada tantangan kesehatan yang harus dihadapi.
Sumber: AntaraNews