Pelecehan seks dan eksibisionis hantui pengguna transportasi
Merdeka.com - Moda transportasi umum masih menjadi pilihan utama sebagian besar warga Jakarta untuk bepergian. Angkutan kota, KRL Commuter Line, dan Trans Jakarta, adalah sebagian moda transportasi yang banyak digunakan.
Namun di balik daya pikatnya, moda transportasi masih menyimpan segudang permasalahan yang tidak kunjung selesai. Di antaranya sebagai salah satu tempat favorit para penyandang eksibisionis menjalankan aksinya.
Eksibisionis merupakan perbuatan tidak lazim seseorang yang gemar mempertontonkan organ pribadinya kepada lawan jenis, tujuannya untuk mendapatkan kepuasaan pribadi.
Hampir setiap bulannya, wanita Ibu Kota selalu menjadi korban eksibisionis. Bulan Juli lalu, Petugas kereta api di Stasiun Karet mengamankan seorang pria yang memamerkan alat kelaminnya di atas KRL Commuter Line Bogor-Tanahabang.
Namun karena lemahnya penegakan hukum dan kurangnya kesadaran untuk melapor, membuat petugas tidak banyak berbuat lebih. Sehingga kebanyakan pelaku eksibisionis akhirnya dilepaskan.
"Korban merasa dilecehkan, sedangkan prianya bersikeras tidak melakukan," ujar Petugas Stasiun Karet, Husni Mubarak kepada merdeka.com, Selasa (10/7).
Pada Agustus lalu, kasus eksibisionis juga kembali menimpa wanita berinisial MA saat menaiki Trans Jakarta Koridor IX Pinang Ranti-Pluit. Pelakunya tak lain petugas on board bus bernama Dimas S.B.
Tak hanya sekadar menyenggol, MA mengaku si petugas juga menekan dadanya dalam waktu cukup lama. "Saat itu saya bilang 'mas tangannya mengenai dada saya', namun petugas tersebut malah tidak minta maaf dan cengengesan. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 12.40 WIB," tuturnya dengan raut wajah sedih bercampur kesal.
Dia pun melaporkan kasus itu Polda Metro Jaya dengan harapan pelaku dapat diproses dan mempertanggungjawabkan ulahnya.
Kemarin, perbuatan eksibisionis kembali terjadi di angkutan umum Mikrolet M 42 jurusan Mampang-Ragunan. Sopir mikrolet, Bewok mengeluarkan alat kelaminnya di depan penumpang bernama Ane (24).
Ane mengisahkan, kejadian cabul yang menimpa dirinya. Saat itu Ane hendak mengambil uang dalam ATM di Rumah Saskit Asri, Duren Tiga Kalibata, Jakarta Selatan. Karena lokasinya lumayan jauh, dia putuskan naik angkot untuk menuju ATM.
"Tangan kiri megang setir, tangan kanan masturbasi sambil melihat saya dari spion, saya curiga pas nengok benar dia lagi gituan," terang korban, Ane saat dihubungi wartawan, Minggu (30/9).
Lagi-lagi perlu kesadaran dari semua pihak, termasuk pemerintah dan aparat penegak hukum untuk menekan jumlah pelanggaran pelecehan seksual di moda transportasi. Jika tidak, kasus eksibisionis akan terus menghantui warga Ibu Kota. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya