Pegawai Jago Print yang jadi pengedar dapat ganja dari napi di Lapas Tangerang

Selasa, 24 Juli 2018 00:15 Reporter : Merdeka
Pegawai Jago Print yang jadi pengedar dapat ganja dari napi di Lapas Tangerang Pengedar ganja ditangkap Polres Metro Jakarta Selatan. ©2018 Liputan6.com

Merdeka.com - Pegawai percetakan Jago Print bernama Yofi alias Yopay menjadi pengedar ganja dan menyimpan barang haram tersebut di kantornya tersebut. Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan mencokok Yofi alias Yopai Jumat lalu, (20/7/2018).

Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Budi Sartono mengatakan, penyidik sedang memeriksa intensif pelaku. Sejauh ini, ganja-ganja dipasok dari seseorang bernisial B. Penghuni Lapas Tangerang.

"Hasil pemeriksaan barang bukti ganja dikirim dari inisial B. Kami sudah terbitkan DPO (Daftar Pencarian Orang). Pelaku bilang sedang mendekam di Lapas Tangerang," ujar dia.

Budi melanjutkan, Penyidik akan segera bertandang ke Lapas Tangerang untuk mencari kebenarannya. Ditakutkan, orang berinisial B hanya tokoh ilusi semata.

"Pelaku dikendalikan oleh B dari dalam penjara. Kita akan uji kebenarannya. Soalnya B nama panggilan bukan nama asli apakah bener atau mengarang," terang dia.

Sementara itu, Yopay mengatakan, paket-paket ganja dikirim B tiga bulan lalu. Dia mengaku hanya dititipkan untuk dijual. Ketika sudah ludes terjual baru akan mendapatkan 30 persen.

"Sistem bagi hasil. Saya dapat kalau sudah laku semua," ujar dia.

Yopay pun menjelaskan sosok si B. Dia mengenal B sudah cukup lama. Sebelum menjalani hukuman di Lapas Tangerang. "Kenalnya sudah lama. Waktu belum dipenjara," ujar dia.

Sebelumnya, Yopai membongkar sendiri usaha sampingan jual-beli ganja. Pengakuannya kepada petugas, 1050 gram ganja disimpan rapih di dalam sebuah lemari yang terletak di ruang kerja.

"Awalnya kami menyita 870 gram ganja dari tangan pelaku. Setelah dibawa kantor pelaku mengaku ada barang bukti lainnya. Tim mengedah kantor pelaku. Ditemukan 1050 gram ganja. Totalnya jadi 1920 gram ganja," kata dia.

Selain menggeledah ruang kerja, Penyidik memeriksa handphone pelaku. Walhasil, dalam sehari berhasil meringkus delapan orang lainnya. Mereka adalah para pembeli.

"Pelaku sudah kami tangkap sebelumnya. Kami tetap disana menunggu adanya transaksi di dalam kantor JagoPrint. Kami lihat dari handphone banyak yang mau datang membeli. Ternyata benar, tercatat ada 8 orang yang berniat beli narkoba di Jago Print," ungkap dia.

Meski begitu, lanjut Budi delapan pembeli tidak ditetapkan sebagai tersangka. Statusnya mereka hanyalah saksi yang akan memberatkan pelaku.

"Yang lain menguatkan jika Yopay adalah bandar. Jadi tersangka tidak bisa berkelit lagi. Saat ditangkap delapan orang hanya bawa uang membeli," ungkap dia.

Saat ini, Penyidik tengah mengusut keterlibatan rekan kerja pelaku. Salah satunya Surpervisor.

"Kami dalam lagi. Apakah karyawan di situ terlibat. Antara lain apakah ada kerjasama Supervisor. Saat ini belum bisa dimintai keterangan karena yang bersangkutan kabur sampai sekarang belum pulang," ungkap dia. [ded]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini