PBNU Minta Fadli Zon Temui Mbah Moen untuk Mohon Maaf
Merdeka.com - PBNU mendesak Fadli Zon agar segera datang ke KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen dan meminta maaf. Desakan meminta maaf ini berkaitan dengan puisi Fadli Zon berjudul 'Doa yang Ditukar' yang dianggap menyinggung Mbah Maimoen.
Sekjen PBNU, Helmy Faishal Zaini mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan langkah hukum terkait puisi Fadli Zon. Langkah hukum ini akan diambil PBNU apabila Fadli Zon tak kunjung meminta maaf kepada Kiai Maimoen.
"Langkah hukum sedang disiapkan," ujar Helmy di Ponpes Diponegoro, Sleman, Jumat (15/2).
Helmy menyebut jika Fadli Zon tak kunjung sowan ke Kiai Maimoen dan meminta maaf maka langkah hukum akan ditempuh PBNU. Sedangkan jika Fadli Zon mau segera datang dan sowan ke Kiai Maimoen serta meminta maaf atas puisinya, PBNU pun akan mengomunikasikan langkah hukum tersebut.
"Tapi kami menunggu. Sebagai penganut budaya timur, kalau dia (Fadli Zon) minta maaf kepada Mbah Maimoen nanti kita komunikasi ke keluarga. Secepat-cepatnya harus minta maaf. Kami harapkan Fadli Zon datang langsung ke Mbah Moen untuk menyampaikan permohonan maaf," tegas Helmy.
Sementara itu, Ketua PBNU, Said Aqil Siradj menambahkan jika apa yang dilakukan Fadli Zon telah membuat marah keluarga besar NU. Said Aqil menyebut jika Kiai Maimoen merupakan kiai sepuh yang telah dianggap menjadi orang tua bagi keluarga besar NU.
Said Aqil menilai sebagai seorang yang lebih muda dari Kiai Maimoen seharusnya Fadli Zon menaruh hormat. Said Aqil pun meminta agar Fadli Zon segera meminta maaf kepada Kiai Maimoen.
"NU marah. Kiai Maimoen dilecehkan. Kiai Maimoen itu kiai Sepuh. Sudah 94 tahun. Allah itu menghormati orang yang usia lebih dari 80 tahun. Sudah di pangkuan Tuhan itu namanya," pungkas Said Aqil.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya