Pasien Covid-19 Membeludak, RSUD Sutomo Surabaya Sulap 5 Kontainer Jadi Ruang Triage

Senin, 12 Juli 2021 01:00 Reporter : Erwin Yohanes
Pasien Covid-19 Membeludak, RSUD Sutomo Surabaya Sulap 5 Kontainer Jadi Ruang Triage Gubernur Khofifah Indar Parawansa meninjau kontainer yang disulap menjadi ruang triage UGD RSUD dr Soetomo, Minggu (11/7). ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Membeludaknya pasien Covid-19 di Jawa Timur membuat Instalasi Gawat Darurat (IGD) di beberapa rumah sakit terpaksa ditutup. Untuk mengantisipasinya, sejumlah ruang triage khusus pasien Covid-19 dari kontainer dibangun di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, manajemen rumah sakit harus selalu siap memberi pelayanan. Dia pun secara khusus meminta RSUD dr Soetomo agar tetap buka dan bisa melayani pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Untuk mendukung arahan itu, RSUD dr Soetomo pun membangun kontainer untuk menjadi ruang triage di depan UGD. Ada 5 kontainer yang disiapkan. Masing-masing mampu menampung 5 pasien Covid-19.

"Beberapa hari yang lalu, saya mendapat informasi bahwa UGD di beberapa rumah sakit di Surabaya ditutup karena sudah overload. Saya sudah menyampaikan kepada Dokter Joni bahwa UGD RSUD Dr Soetomo harus tetap memberikan layanan. Teman-teman bisa melihat pasien sampai meluber di selasar, maka setelah tempat ini siap, mereka akan segera dipindahkan ke triage ini," katanya, Minggu, (11/7).

Dia menambahkan, kontainer yang disulap menjadi triage UGD diperkirakan dapat menampung setidaknya hingga 25 orang. Masing-masing memuat 5 bed.

"Jadi, modelnya disekat menjadi 5 bagian dan bisa menampung 25 orang. Masing-masing 1 kamar tersedia 5 bed termasuk hepa filter untuk bisa memberikan layanan bagi 5 pasien," jelasnya.

Khofifah menyebut, kontainer yang disulap menjadi triage UGD bagi pasien Covid-19 ini dinilainya sudah siap memberikan pelayanan kesehatan.

"Bahkan, pasien yang sebelumnya berada di selasar, sudah mulai bergerak menuju kontainer yang disulap menjadi triage UGD," imbuhnya.

Pasien yang sebelumnya antre akan mendapatkan perawatan di ruang triage. Di lokasi ini akan ditentukan perawatan selanjutnya.

Selain kontainer, RSUD Dr Soetomo juga sedang menyiapkan area parkir untuk pasien Covid-19 sejak 2 minggu lalu. Dia memperkirakan, area itu dapat memberikan kapasitas yang maksimal.

"Insyaallah, besok tanggal 14 Juli ini sudah bisa dimulai. Sebagian di antaranya untuk memberikan layanan IGD dan sebagian untuk ruang isolasi dengan kapasitas 150 tempat tidur," tegasnya.

Gubernur Khofifah kembali menyampaikan, area parkir yang disulap menjadi ruang isolasi bagi pasien Covid-19 terbagi 6 level, yakni 3A dan 3B, lalu 4A dan 4B, serta 5A dan 5B. Area parkir ini akan dimaksimalkan untuk memberikan layanan kepada pasien Covid-19.

"Jadi, kita menambahkan ruang isolasi seperti ini karena yang datang ke RS Dr Soetomo bukan hanya warga Surabaya melainkan pasien rujukan dari luar kota. Harus tetap ada layanan yang memberikan pengharapan layanan bagi seluruh masyarakat yang terkonfirmasi positif Covid 19," tegasnya.

Soal ketersediaan oksigen, Khofifah menegaskan, dia telah mengunjungi 2 pabrik oksigen di Jatim dan memastikan ketersediaan stok. Dia memohon kepada pihak rumah sakit agar melakukan koordinasi kepada pemerintah kabupaten/kota untuk proaktif membawa tabung oksigen ke tempat-tempat pengisian.

"Saya ingin menyampaikan dua pabrik yang saya datangi sebetulnya kapasitas oksigennya masih sangat mencukupi. Tapi tolong proaktif dari masing-masing rumah sakit dan para kepala daerah," ungkapnya.

Metode jemput bola sangat diharapkan. Sebab, ada keterbatasan armada dan tenaga dari distributor maupun pabrik. Dengan demikian, mereka berharap tabungnya dibawa ke tempat pengisian.

"Saya paham rumah sakit saat ini membutuhkan sangat banyak energi untuk memberikan layanan. Maka mengoordinasikan dari rumah sakit ke pemerintah kabupaten/kota menjadi penting," jelasnya.

Agar pengisian tabung oksigen berjalan lancar, Gubenur Khofifah sudah berkoordinasi dengan Pangdam dan Kapolda. Mereka menyatakan siap mengawal. Bahkan, Pemprov Jatim juga memerintahkan tim ahli BPBD Jatim untuk mengatur ketersediaan dan pendistribusian oksigen.

"Saya meminta kepada tim ahli yang dulu Kepala Kalaksa BPBD Jawa Timur (Suban Wahyudiono) menjadi koordinator tim oksigen untuk memudahkan koordinasi dari silinder atau tabung oksigen agar jangan menunggu habis semua," tuturnya.

"Jadi, skemanya, berapa yang habis kemudian diisi. Lalu dikoordinasikan dengan kepala daerah dan berapa rumah sakit," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Soetomo Joni Wahyuhadi menyatakan akan terus berupaya memberikan layanan kesehatan secara optimal. Sesuai arahan Gubernur Khofifah, RSUD dr Soetomo tidak akan ditutup. Namun, mereka harus melakukan pembenahan-pembenahan dengan cara menambah ruangan dan tenaga kesehatan (nakes) serta relawan.

"Bahkan kami sedang merekrut dokter-dokter yang baru lulus. Meskipun belum ada surat tanda registrasi (STR)-nya. Kami sedang izin ke Menkes. Jadi itu, langkah-langkah yang kami lakukan," jelasnya.

Terkait kontainer yang disulap menjadi triage UGD, Joni mengaku sudah mendapat izin dari Gubernur Jatim agar segera dioperasikan.

"Sore ini segera digunakan karena tadi kita hitung ada sekitar 20 pasien yang akan dirawat di UGD yang masih menunggu di selasar. Dengan demikian, insyaallah nanti sore sudah tidak ada lagi pasien di selasar," ungkapnya.

Joni menjelaskan, terkait rencana area parkiran Gedung RSUD dr Soetomo sebelah utara yang akan dijadikan ruangan pasien, kualitasnya akan menjadi high care unit (HCU). Pasien yang bisa dirawat dengan kategori sedang dan berat. Mesin-mesin anestesi yang ada di ICU akan disiapkan untuk membantu kebutuhan intensif care di ruangan itu.

"Mesin anestesi kita punya banyak, mesin-mesin ICU, ventilator kita punya banyak. Hanya tempatnya yang kita relokasi dari ICU pasien noncovid menjadi pasien covid," tutupnya. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini