Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pasien anak RSUD Banyumas lari ketakutan usai merasakan guncangan gempa Banten

Pasien anak RSUD Banyumas lari ketakutan usai merasakan guncangan gempa Banten Gempa di KPK. ©2018 Merdeka.com/Dwi Narwoko

Merdeka.com - Sejumlah pasien rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, berhamburan saat merasakan getaran gempa 6,1 skala richter yang berpusat di kawasan Lebak, Banten. Terutama pasien yang tengah menjalani perawatan kesehatan di lantai 2 ruang Talasemia.

Humas RSUD Banyumas, Solikin menjelaskan, pasien yang berhamburan yakni anak-anak yang sedang menjalani transfusi darah. Mereka mengalami ketakutan dan panik.

"Tujuh anak yang sedang transfusi darah langsung turun bersama perawat dan petugas kesehatan lain. Anak-anak itu berusia sekitar 10-13 tahun," kata Solikin, Selasa (23/1).

Para pasien itu kemudian menunggu di luar gedung selama 15 menit. Setelah merasa aman tak ada gempa susulan, para perawat lalu membawa anak-anak kembali ke ruang Talasemia untuk melanjutkan perawatan.

Sedangkan, pasien di ruangan lain, kata Solikin, tidak merasakan guncangan. Apalagi pasien yang berada di ruang rawat inap yang bangunannya tidak bertingkat. Ia juga menjelaskan bahwa tidak terjadi kerusakan atas peristiwa tersebut.

Sebelumnya, Ruang Radiologi dan Ruang Talasemia RSUD Banyumas mengalami kerusakan akibat gempa Tasikmalaya yang terjadi pada Jumat, 15 Desember 2017 silam. Untuk melayani pasien, kini ruang Talasemia dipindah ke bagian depan yang kondisinya masih baik. Pelayanan rawat jalan seperti transfusi darah kini sudah bisa dilakukan kembali di RSUD Banyumas.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP