Pascatawuran, salah satu sekolah di Tangerang dapat pesan ancaman serangan balasan

Menanggapi tawuran di depan pergudangan Taman Tekno BSD kemarin, Sutrisno tak yakin pelaku adalah anak adalah pelajar dari sekolah SMK Bhipuri. "Kami lihat dari video yang beredar tak ada yang kami kenal atau anak-anak didik kami. Atribut sekolahnya juga tidak ada dari sekolah kami. Tapi kami ikuti hasil penyidikan."

Kirom
Oleh Kirom - Reporter
Pascatawuran, salah satu sekolah di Tangerang dapat pesan ancaman serangan balasan
Ilustrasi Tawuran. ©2015 Merdeka.com

Dua SMK swasta di Tangerang terlibat tawuran pada Selasa (31/7) sore kemarin. Seorang pelajar dari salah satu sekolah terkena sabetan benda tajam dan kini dalam kondisi kritis.

Pascaperistiwa itu, salah satu sekolah mendapat pesan berantai yang menyebut akan ada serangan balasan. Pengirim pesan meminta pihak sekolah waspada.

Kepala sekolah SMK Bhipuri, Sutrisno, mengaku juga mendapatkan pesan berantai itu.

"Saya juga menerima ada pesan berantai itu, mungkin ini yang membuat anak-anak kami hari ini tidak masuk sekolah," kata Sutrisno saat ditemui di sekolah, Rabu (1/8).

"Pesannya meminta kita berhati-hati dan waspada, karena ada balasan dari sekolah lain," sambung dia

Dia menegaskan pihak sekolah tak akan mentolerir siswa tawuran. Apalagi, katanya, di sekolah juga membuat perjanjian tersebut.

"Kami sudah ada perjanjian dengan para siswa, bagi pelajar terlibat tawuran, narkoba, dan pelanggaran berat lain akan diberikan sanksi tegas," katanya

Menanggapi tawuran di depan pergudangan Taman Tekno BSD kemarin, Sutrisno tak yakin pelaku adalah anak adalah pelajar dari sekolah SMK Bhipuri.

"Kami lihat dari video yang beredar tak ada yang kami kenal atau anak-anak didik kami. Atribut sekolahnya juga tidak ada dari sekolah kami. Tapi kami ikuti hasil penyidikan polisi, kalau benar ada dari sekolah kami, pasti kami sanksi," ucapnya.

Diterangkan dia, SMK Bhipuri yang berfokus pada kejuruan bidang Teknik otomotif dan Bisnis Manajemen hanya diisi oleh 84 pelajar.

"42 siswa kelas X, 24 siswa kelas XI dan 18 siswa kelas XII. Semua terbagi dalam tiga kelas," kata dia.

Hari ini, dari total 84 pelajar SMK Bhipuri, hanya 15 siswa kelas 10 yang masuk, 7 siswa di kelas 11. Sementara di kelas 12 tak ada yang masuk.

Halaman
Rekomendasi