Pasca-Teror Bom di Medan, Polresta Solo Pertimbangkan Batasi Masuknya Ojek Online

Kamis, 14 November 2019 03:03 Reporter : Arie Sunaryo
Pasca-Teror Bom di Medan, Polresta Solo Pertimbangkan Batasi Masuknya Ojek Online Pengamanan di Polresta Surakarta. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasca-serangan bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, anggota Polresta Surakarta diminta meningkatkan kewaspadaan. Pengamanan di Mapolresta Surakarta diperketat, namun pelayanan masyarakat tetap berjalan seperti biasa.

"Untuk pengamanan Mako, kami sudah mempunyai standar operasional prosedur (SOP) yang artinya tidak terkait dengan kejadian apapun. Maksudnya dalam keseharian pun kami selalu menerapkan SOP pengamanan yang telah ditetapkan dari satuan atas," ujar Wakapolresta Surakarta, AKBP Iwan Saktiadi, Rabu (13/11).

Sehingga, lanjut dia, masyarakat dapat masuk ke Mapolresta Surakarta dengan prosedur standar. Meskipun pengamanan dilakukan seperti hari biasa, dia mengaku bom di Polrestabes Medan memang membuat polisi meningkatkan kewaspadaan. Terlebih, Mapolresta Surakarta pernah menjadi sasaran bom bunuh diri pada tahun 2016 lalu.

"Masyarakat tentu banyak mengakses pelayanan kami. Kami tidak serta merta menerapkan pengamanan restricted kepada pengunjung," imbuhnya.

1 dari 2 halaman

Perketat Pengamanan

Ia tak memungkiri, dengan adanya kejadian Medan, pimpinan kembali mengingatkan pentingnya pengamanan mako, kantor hingga asrama serta pospol. Termasuk petugas yang berada di lapangan. Di Mapolresta Surakarta, pihaknya sudah memasang beberapa penghalang di pintu masuk agar masyarakat berhenti sejenak untuk diperiksa.

"Di pintu masuk ada obstacle untuk mengurangi kecepatan, portal penghalang agar pengunjung berhenti dulu, disertai petugas yang standby 24 jam. Apabila diperlukan akan dilakukan penggeledahan badan dan barang bawaan," ujar dia.

2 dari 2 halaman
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini