Pasang Kamera di Toilet Kampus untuk Kepuasan Seks, Mahasiswa UIN Jadi Tersangka

Minggu, 10 November 2019 17:34 Reporter : Salviah Ika Padmasari
Pasang Kamera di Toilet Kampus untuk Kepuasan Seks, Mahasiswa UIN Jadi Tersangka Mahasiswa UIN Alauddin pemasang kamera di toilet ditetapkan tersangka. ©2019 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Mahasiswa semester V Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin berinisial AA (19) diciduk anggota polisi Polsek Somba Opu di kamar kosnya, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulsel, Kamis malam, (7/11) pukul 20.00 wita.

Penangkapan ini menyusul laporan polisi pihak kampus dari Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin, atas temuan mini camera dan sebuah ponsel yang dipasang di toilet gedung fakultas tersebut. Mahasiswa itu telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Mahasiswa asal Kabupaten Sinjai ini ditetapkan sebagai tersangka dengan sangkaan pelanggaran pasal 29 Jo Pasal 4 ayat 1 huruf d dan atau Pasal 35 Jo Pasal 9 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi dengan ancaman hukuman paling tinggi 12 tahun penjara," kata Kapolsek Somba Opu, Kompol Syafei saat merelease resmi pengungkapan kasus ini didampingi Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan di Mapolsek Somba Opu, Minggu, (10/11).

Selain mahasiswa berinisial AA, polisi sempat memeriksa tiga orang mahasiswa lainnya sebagai saksi berinisial R alias An dan MA serta SL.

Kompol Syafei menuturkan, temuan mini camera di dalam toilet ini terjadi dua kali. Awalnya Mei lalu, pelaku memasang mini camera yang dilengkapi memori 8 GB pada bagian bawah pipa pembuangan air dan dihadapkan ke toilet yang berada di lantai 1 Fakultas Syari'ah.

Satu jam kemudian, pelaku mentransfer gambar tersebut ke ponsel. Selanjutnya dia pasang lagi di tempat semula. Dan saat kembali mau mengambil gambar dari mini camera itu, sudah tidak ada di tempat. Seorang mahasiswi mencurigai keberadaan kamera dan mengambilnya. Saat diperiksa, terlihat wajah pelaku.

Kejadian kedua pada Kamis (7/11). Seorang mahasiswi menemukan sebuah ponsel di atas plafon yang bolong mengarah ke toilet pada lantai 3 Fakultas Syari'ah. Gambar video yang terekam di ponsel ini selama 51 menit, 21 detik.

"Pihak kampus kemudian melaporkan kasus ini, sekaligus dua kasus tersebut, yang terjadi Mei lalu dan November baru-baru ini. Kasus tersebut didalami, data diolah, pemeriksaan saksi-saksi dan saat pelaku menelpon nomor yang ada pada ponsel yang disita polisi itu karena mencari keberadaan ponselnya, penyidik yang menyamar kemudian berkomunikasi dengan pelaku dan akhirnya meringkus pelaku tersebut di salah satu titik di sepanjang jalan bundaran Samata," kata Kompol Syafei.

1 dari 1 halaman

Pengakuan Pelaku

Polisi menyita sebuah kamera merek SQ 11 warna hitam, ponsel Samsung J1 Ace warna putih, selembar baju kotak kotak warna biru dan celana jeans yang digunakan saat memasang kamera.

"Pelaku mengakui dua temuan itu, mini camera dan ponsel yang dipasang di plafon itu adalah perbuatannya. Dan hasil pemeriksaan data, di dalam gambar itu ada 10 orang jadi korbannya beraktifitas di dalam toilet baik perempuan maupun laki-laki," ujarnya.

Pengakuan pelaku AA, gambar-gambar yang terekam itu tidak pernah dishare. Hanya digunakan untuk kesenangan pribadi.

"Motif pemasangan kamera di toilet ini seperti pengakuan pelaku, hanya untuk kepuasan seksual. Rupanya pelaku suka menonton film porno," kata AKP Mangatas Tambunan.

Ditanya soal kejadian pertama pada Mei lalu dan baru dilaporkan setelah kejadian kedua, Mangatas mengatakan, hanya pihak kampus yang bisa menjawab.

Sementara itu, seorang alumni kampus UIN satu kos pelaku yang ditemui di Mapolsek Somba Opu mengaku sangat tidak menyangka perbuatan pelaku AA.

"Selama ini anak itu sangat religius. Jika ada kegiatan kampus, dia yang mengaji. Tapi memang kalau kita berkumpul-kumpul, pembicaraan seolah dia tidak cocok. Kalau kita bicara soal cewek, dia hanya senyum malu-malu. Kalau seperti kami memang kadang bicarakan cewek kalau ngumpul sesama laki-laki tapi kalau mau bertindak seperti pelaku itu, kami masih berpikir. Kepada kami, pelaku mengakui perbuatannya," ujar F, (27) senior pelaku yang tidak ingin disebut namanya. [noe]

Baca juga:
Temuan Kamera di Toilet Wanita UIN Makassar, Polisi Periksa 3 Mahasiswa
Pelaku Threesome di Bali Baru Setahun Jadi Guru Honorer
Polisi Menduga Korban Pencabulan Guru SD di OKI Masih Banyak
Ibu Guru Ajak 'Threesome' Siswi di Bali Terinspirasi Film Porno
Guru di OKI Cabuli 9 Siswi SD, Modus Beri Tugas dan Ancam Tak Naik Kelas
Berawal dari Facebook, Gadis Tunarungu Dianiaya dan Diperkosa 4 Pria

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini