Menko Polhukam Mahfud MD membeberkan Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun memiliki 289 rekening mencurigakan. Untuk mengusutnya, penyidik Bareskrim Polri akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Advertisement
"Tentu sekali lagi bahwa hasil dari proses gelar perkara nanti, kita tentu akan berkoordinasi dengan PPATK terkait yang disampaikan tadi dengan rekening tadi," kata Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan, Minggu (9/7).
Advertisement
"Karena ini sekali lagi prinsip kehati-hatian dan ketelitian ini tidak boleh diabaikan ya, untuk menetapkan tersangka. Tentu bila nanti ada pengembangan pidana lain terkait aliran dana pasti kita akan koordinasi dengan stakeholder terkait."
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan
Advertisement
Advertisement
"Kita melangkah kepada yang saya sampaikan tadi, kita akan gelar perkara dulu. Kita tidak cepat mendahului, tetapi prinsip kehati-hatian itu diabaikan mohon dengan sangat kepada masyarakat bisa bersabar mempercayakan kepada Polri dalam menangani kasus ini," ujarnya .
"Yakinlah bahwa penyidik Polri profesional dalam menangani ini dan tentu capaian dari penyidikan ini akan disampaikan secara transparan."
Karopenmas Div Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Nama dia itu enam, ada Abu Toto, Panji Gumilang, Abdusalam, pokoknya enam lah. Dan dari situ semua ada dari 256 rekening atas nama dia."
Menko Polhukam Mahfud MD di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (5/7).
Advertisement
"Dan 33 rekening atas nama institusi, jadi 289. Ini sekarang sedang dianalisis dari sudut PPATK, apakah ada pencucian uang atau tidak. Secepatnya," ucapnya.
Advertisement
"Kalau ada mencurigakan makannya diambil oleh PPATK, sekarang sedang diambil oleh PPATK. Agak mencurigakan," tandasnya.