Panglima TNI sebut 75 persen konflik dilatarbelakangi masalah energi
Merdeka.com - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kembali mengatakan konflik yang terjadi di mancanegara salah satunya dilatarbelakangi energi lebih dimiliki negara-negara Arab hingga menyebabkaan kelangkaan minyak. Menurut Gatot, negara Arab seperti Libya, Mesir, Irak, Yaman, Sudan, Suriah yang berkonflik merupakan penghasil minyak.
"Menurut itungan saya, kalau saya salah tolong dikoreksi, 75 persen konflik di dunia berlatarbelakang energi. Dan dari beberapa perguruan melihat itu tidak lebih, saya bilang minimal berlatarbelakang energi," kata Gatot dalam Rakornas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta, Kamis (3/7).
Dia melanjutkan, Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama mengungkapkan negara penghasil minyak memang rawan konflik terlebih pada tahun 2014.
"Saat itu Barack Obama mengatakan apabila Rusia menyerang Ukraina maka NATO akan berperang dengan Rusia. Apa hubungannya karena Ukraina penghasil 10 juta barel per hari," jelasnya.
Data yang diperolehnya, negara Arab seperti Libya mengasilkan 1 juta barel per hari. Kemudian Mesir 600 barel per hari, Irak 3 juta barel per hari, Kuwait 3 juta barel per hari, Sudan 200 barel per hari, Suriah 153 barel per hari, Yaman 133 barel per hari dan Ukraina 10 juta barel per hari.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya