Panglima TNI Minta Maaf Usai Pengawalnya Ancam Jurnalis karena Tanya Penyerangan Mapolres Tarakan

Intimidasi itu terjadi usai jurnalis menanyakan perkembangan kasus penyerangan Polres Tarakan.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Panglima TNI Minta Maaf Usai Pengawalnya Ancam Jurnalis karena Tanya Penyerangan Mapolres Tarakan
Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Monumen Nasional (Monas), Jakarta. (Foto: Merdeka.com/Rahmat Baihaqi). (@ 2024 merdeka.com)

Panglima TNI Jenderal Agus Subianto menyesalkan sikap ajudannya yang mengintimidasi wartawan Kompas.com. Intimidasi itu terjadi usai jurnalis menanyakan perkembangan kasus penyerangan Polres Tarakan.

“Nggak benar ini, akan saya tindak,” tutur Agus saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (27/2).

Agus menegaskan, prajurit yang mengintimidasi wartawan Kompas.com bukanlah ajudannya. Dia pun meminta maaf atas peristiwa yang terjadi.

“Sebenarnya bukan ajudan saya, tapi tim pengawalan. Saya tidak punya ajudan dan tidak pernah pakai ajudan,” jelas dia.

“Saya mohon maaf atas kejadian yang sangat saya sesalkan,” sambungnya.

Kronologi Pengancaman Jurnalis

Jurnalis Kompas.com, Adhyasta Dirgantara, mendapatkan intimidasi berupa ancaman dari dua ajudan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.

Hal itu terjadi usai Ahyasta bertanya dengan cara doorstop mengenai penyerangan di Mapolres Tarakan dan konflik antara prajurit TNI dengan anggota Polri.

Padahal, saat itu mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) tersebut berkenan untuk diwawancarai oleh wartawan mengenai insiden tersebut sebelum naik ke mobilnya.

"Kau memang tidak di-briefing?" tanya seorang ajudan berseragam TNI AU di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (27/2).

"Di-briefing apa ya? Saya baru datang," jawab Adhyasta.

Lalu, seorang ajudan Panglima TNI lainnya langsung mengancam akan 'menyikat' Adhyasta.

"Kutandai muka kau, ku sikat kau ya," bentak ajudan tersebut.

"Lah kan saya nanya doang ke Panglima TNI, beliau juga berkenan menjawab," jawab Adhyasta lagi.

Setelah mengancam, kedua ajudan Agus Subiyanto itu menanyakan asal media Adhyasta. Sementara Adhyasta sedang menggunakan ID Pers Istana Kepresidenan dan Kompas.com. 

Melihat ID Pers tersebut, kedua ajudan itu langsung meninggalkan lokasi. Tak ada kekerasan fisik yang diterima Adhyasta. Saat kejadian, kondisi lapangan sangat ramai. 

Rekomendasi