Pandemi Covid-19, Kirab 1 Suro Keraton Surakarta Ditiadakan
Merdeka.com - Pandemi Covid-19 yang belum ada tanda-tanda berakhir, membuat perayaan Tahun Baru Islam 1442 H atau Tahun Baru Jawa di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ikut terdampak. Kirab pusaka malam 1 Suro, Rabu (19/8) malam mendatang ditiadakan.
"Untuk kirab pusaka tahun ini ditiadakan. Tapi upacara dan ritual adat lainya tetap dijalankan secara internal tanpa mengundang pihak dari luar Keraton Surakarta," ujar Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KRA Dani Narsugama Adiningrat, Selasa (18/8).
Dani menerangkan, peniadaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro tersebut atas perintah raja, Pakoe Boewono (PB) XIII Hangabehi. Sehingga seluruh kerabat, sentana dan abdi dalem harus mematuhinya, karena sudah menjadi titah (perintah) raja. Sinuhun, lanjut dia, beralasan masih adanya pandemi Covid-19. Keputusan raja tersebut dinilai tepat, karena memikirkan kepentingan bersama.
"Dawuh dalem sudah keluar untuk meniadakan kirabnya. Situasi kirab yang diikuti ratusan abdi dan sentana dalem sulit untuk menerapkan social dan physical distancing," tandasnya.
Pertimbangan lainnya, lanjut dia, banyaknya penonton kirab malam 1 Suro dari berbagai daerah. Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan kerumunan besar yang rawan menulari virus corona.
"Upacara dan ritual adat tetap kami lakukan di internal. Tetapi, pesertanya dibatasi dengan penerapan protokol kesehatan ketat sesuai arahan pemerintah," tandasnya.
Peniadaan kirab malam 1 Suro , dikatakan Dani, sudah disosialisasikan pada masyarakat melalui abdi dalem serta menyebarluaskan melalui media sosial (medsos). Ia berharap masyarakat bisa memaklumi kondisi ini.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya