Palak tak diberi, dua preman di Cirebon tebas pedagang durian pakai samurai
Merdeka.com - Dua orang preman pasar di Kota Cirebon, Jawa Barat, ditangkap polisi karena membacok seorang pedagang buah durian. Mereka menganiaya pedagang itu karena mencoba memalak namun tidak diberi.
"Korban dibacok sebanyak tiga kali dan luka robek di lengan sebelah kiri, pelipis sebelah kanan dan di dada sebelah kanan," kata Kapolresta Cirebon, AKBP Roland Ronaldy di Cirebon, Minggu (8/4). Seperti dilansir Antara.
Roland menjelaskan, awalnya kedua tersangka yakni RO dan DS mencoba meminta buah durian kepada korban. Namun korban yang bernama Novan Sidik tidak mau memberikan buah durian yang diminta kedua pelaku.
"Korban mengaku bahwa buah durian itu bukan miliknya, sehingga terjadi cekcok mulut dan pelaku kemudian membacoknya sebanyak tiga kali," tuturnya.
Setelah korban terkapar, para pelaku kabur dengan mengendarai sepeda motor dan juga membawa sebelah samurai yang digunakan untuk membacok korban.
Setelah pelaku kabur, korban melapor ke Polisi dan setelah beberapa jam kemudian pelaku ditangkap saat digelar razia cipta kondisi.
"Pelaku diamankan ketika kita sedang menggelar razia dan kedua pelaku kedapatan membawa senjata tanjam, setelah diselidiki ternyata kedua pelaku yang melakukan penganiayaan kepada Novan Sodik," katanya.
Atas perbuatannya kedua pelaku dikenakan Pasal 170 dan atau 351 ayat 2 dan ayat 4 KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun penjara.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya