Pakai Sarung Tangan, Anggota TNI AL Jumran Piting dan Cekik Jurnalis Juwita hingga Tewas Dalam Mobil

Jumran juga membeli masker wajah. Tujuannya untuk menutupi wajahnya ketika meninggalkan Banjarmasin sehingga tidak dikenali.

Lia Harahap
Oleh Lia Harahap - Reporter
Pakai Sarung Tangan, Anggota TNI AL Jumran Piting dan Cekik Jurnalis Juwita hingga Tewas Dalam Mobil
Pakai Sarung Tangan, Anggota TNI AL Jumran Piting dan Cekik Jurnalis Juwita hingga Tewas Dalam Mobil (Merdeka.com)

Anggota Lanal Balikpapan, Kelasi I Jumran, membunuh jurnalis media online Juwita secara terencana. Ternyata, pembunuhan itu dipicu keengganan Jumran bertanggung jawab dan menikahi Juwita.

Mengacu pengakuan keluarga sebelumnnya, permintaan tanggung jawab dan menikahi korban karena yang bersangkutan disebut telah memerkosa Juwita.

Perencanaan itu dimulai setelah pelaku berangkat dari Balikpapan menuju Banjarmasin dan mengarah ke Banjarbaru menggunakan bus pada tanggal 21 Maret 2025. Dan kembali ke Banjarmasin Balikpapan menggunakan pesawat setelah melakukan pembunuhan. Atau pada 23 Maret 2025. Seperti diketahui, jasad Juwita ditemukan tewas 22 Maret 2025.

Setibanya di Banjarbaru, Jumran langsung merental mobil dan menyewa tempat.

"Kemudian membeli sarung tangan untuk hilangkan jejak," kata Komandan Denpom Lanal Banjarmasin, Mayor Saji dalam jumpa pers di Markas Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banjarmasin, Selasa (8/4).

Tak hanya itu, Jumran juga membeli masker wajah. Tujuannya untuk menutupi wajahnya ketika meninggalkan Banjarmasin sehingga tidak dikenali.

"Agar tidak ada yang mengenali saat meninggalkan Banjarbaru dan masih ada serangkaian tindakan perencanan lainnya," ujarnya.

Pembunuhan itu, katanya, dilakukan seorang diri oleh Jumran. Juwita dihabisi dengan cara dicekik dan dipiting di dalam mobil yang terparkir di lokasi penemuan jasad.

"Dan setelah kita melakukan rekonstruksi pada 5 April kemarin, membuat perkara ini memang semakin benderang dikaitkan juga dengan keterangan saksi dan barang bukti yang ada," katanya.

Dalam perkara ini, polisi menyita 46 barang bukti. Seperti mobil Daihatsu Xenia warna hitam, satu unit sepeda motor Yamaha Frego warna hitam, baju dan celana yang digunakan oleh tersangka saat melakukan tindak pidana, dan lain-lainnya.

Seperti diketahui, Juwita (23), jurnalis media dalam jaringan (daring) lokal di Banjarbaru ditemukan meninggal dunia di Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada Sabtu (22/3) sekitar pukul 15.00 WITA.

Jasadnya tergeletak di tepi jalan bersama sepeda motor miliknya. Sempat muncul dugaan dia menjadi korban kecelakaan tunggal.

Tetapi, warga yang menemukan pertama kali justru tidak melihat tanda-tanda korban mengalami kecelakaan lalu lintas. Di bagian leher korban terdapat sejumlah luka lebam, dan kerabat korban juga menyebut ponsel milik Juwita tidak ditemukan di lokasi.

Rekomendasi