Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Orangtua Siswa Ngeluh di Sosmed Penarikan Uang Sumbangan di SMKN 1 Depok, Ini Penjelasan Sekolah

<br>Orangtua Siswa Ngeluh di Sosmed Penarikan Uang Sumbangan di SMKN 1 Depok, Ini Penjelasan Sekolah


Orangtua Siswa Ngeluh di Sosmed Penarikan Uang Sumbangan di SMKN 1 Depok, Ini Penjelasan Sekolah

Biaya tersebut salah satunya untuk keperluan pemasangan pagar sekolah.

Orangtua Siswa Ngeluh di Sosmed Penarikan Uang Sumbangan di SMKN 1 Depok, Ini Penjelasan Sekolah

Sejumlah wali murid di SMKN 1 Depok mengeluhkan adanya sumbangan sebesar Rp 2,8 juta per siswa. Mereka keberatan dengan sumbangan tersebut dan kemudian mengeluh di sosial media. Keluhan tersebut ramai dikomentari dan menjadi pembahasan.

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala SMKN 1 Depok Bidang Kemitraan, Enden mengatakan sumbangan tersebut digalang untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang tida tercover oleh biaya operasional sekolah (BOS). 

Besaran jumlahnya mencapai Rp 4,3 miliar. Pihak sekolah bersama komite dan wali murid sudah mengadakan rapat pada Jumat (8/9).

Menanggapi hal itu, Wakil Kepala SMKN 1 Depok Bidang Kemitraan, Enden mengatakan sumbangan tersebut digalang untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang tida tercover oleh biaya operasional sekolah (BOS). 


"Komite sudah dipanggil oleh KCD dan memang kegiatan itu kan sekolah harus menuangkannya di atas rencana kegiatan anggaran sekolah (RKAS). Itu sudah dilaporkan ke dinas, ternyata ada kebutuhan biaya yang memang terbiayai oleh BOS dan ada yang belum terbiayai," kata Enden, Senin (11/9).

merdeka.com

Enden menuturkan biaya tersebut salah satunya untuk keperluan pemasangan pagar sekolah. <br>

Enden menuturkan biaya tersebut salah satunya untuk keperluan pemasangan pagar sekolah. 

Namun dia tidak bisa menjelaskan satu per satu biaya yang diperlukan. Dia mengaku tidak hafal item per itemnya.


"Kebutuhannya kurang lebih 8, itu yang belum terbiayai Rp 4 miliar yang belum terbiayai. Karena kita rencananya diantaranya ada begini kayak kebutuhan keseluruhan apapun kegiatan sekolah," bebernya.

merdeka.com


Besaran nilai sumbangan yang mencapai Rp 2,8 juta per siswa itu menurut dia bukan angka mutlak yang harus dibayarkan. Karena sifatnya tidak wajib. Menurutnya ada perbedaan persepsi dari wali murid.

"Iya itu kan secara logika , mungkin bahasa komite, bagaimana nih, akhirnya begitu. Akhirnya memang tidak, berapapun yang mampu lebih kalau yang kurang yang nggak juga bahasanya," ujarnya.


Terpisah, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah II Kota Depok dan Kota Bogor, Asep Sudarsono mengatakan, penggalangan dana melalui sumbangan diperbolehkan. Artinya tidak ada larangan untuk melakukan penggalangan dana melalui sumbangan.

"Tidak ada larangan menggalang sumbangan dari orang tua yang mampu, bagi orang tua yang tidak mampu dibebaskan," kata Asep.



Penggalangan dana di SMKN 1 Depok dilakukan karena biaya dari BOS dan BOPD belum bisa membiayai keseluruhan program sekolah. Oleh karenanya, sekolah melakukan penggalangan dana pada orang tua siswa.

"Sumbangan yang mereka berikan akan memiliki manfaat untuk anak anaknya serta ada pengawasan dari berbagai pihak," tegasnya.

Penggalangan dana tersebut dibolehkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomo 48 Tahun 2008. Kemudian Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 dan Pergub Nomor 97 Tahun 2022 bahwa biaya pendidikan tanggung jawab Pemerintah pusat melalui BOS dan Pemerintah daerah melalui BOPD serta peran serta masyarakat melalui sumbangan pendidikan.

Apabila ada program yang belum bisa dibiayai oleh BOS dan BOPD, maka satuan pendidikan menyampaikan kebutuhan tersebut pada komite. Kemudian komite bisa meminta sumbangan dari orang tua siswa atau pihak lain yang peduli.

"Dengan ketentuan orang tua yang tidak mampu dibebaskan dari penggalangan sumbangan. Sumbangan diperuntukan untuk orang tua yang mampu. Agar satuan pendidikan mampu menuntaskan program yang disusunnya," tutupnya.

Siswa SD di Jombang Diduga Dibully, Orangtua Kecewa Anak Bocor di Kepala Tapi Sekolah Acuh
Siswa SD di Jombang Diduga Dibully, Orangtua Kecewa Anak Bocor di Kepala Tapi Sekolah Acuh

Lemparan itu mengenai kepala anaknya. Akibatnya, korban yang baru berumur 8 tahun itu mengalami luka bocor.

Baca Selengkapnya
Siswi SMP di Depok Dibully & Digebuki Murid Sekolah Lain Hingga Tak Berdaya, Dipicu Saling Ejek
Siswi SMP di Depok Dibully & Digebuki Murid Sekolah Lain Hingga Tak Berdaya, Dipicu Saling Ejek

Antar korban dan terduga pelaku berasal dari sekolah berbeda. Namun keduanya adalah teman sepermainan di Bedahan.

Baca Selengkapnya
Miris, Depok Minim SMP Negeri, Puluhan Ribu Siswa Lulusan SD Kebingungan Cari Sekolah
Miris, Depok Minim SMP Negeri, Puluhan Ribu Siswa Lulusan SD Kebingungan Cari Sekolah

Tahun ini, jumlah lulusan SD di Depok sebanyak 34.000 siswa. Namun daya tampung SMPN di Depok hanya untuk 9.000 siswa saja.

Baca Selengkapnya
Kamu sudah membaca beberapa halaman,Berikut rekomendasi
video untuk kamu.
SWIPE UP
Untuk melanjutkan membaca.
Penipuan Berkedok Loloskan Siswa PPDB 2023, Pelaku Mengaku Sopir Kepala Dinas Pendidikan Surabaya
Penipuan Berkedok Loloskan Siswa PPDB 2023, Pelaku Mengaku Sopir Kepala Dinas Pendidikan Surabaya

Pria ini mengaku sopir Kepala Dispendik dan mengaku bisa meloloskan siswa pada PPDB 2023. Orang tua sudah bayar puluhan juta tapi anaknya lolos PPDB.

Baca Selengkapnya
Siswi SMKN Rembang Curhat Pungutan Kedok Infaq, Ganjar Semprot Kepsek: Kembalikan Atau Diberhentikan!
Siswi SMKN Rembang Curhat Pungutan Kedok Infaq, Ganjar Semprot Kepsek: Kembalikan Atau Diberhentikan!

Mendengar pengakuan siswa tersebut, raut wajah Ganjar terlihat marah dan kecewa ada sekolah negeri yang melakukan pungutan ke sekolah.

Baca Selengkapnya
Sederet Modus Curang Orangtua 'Akali' Zonasi PPDB, Demi Anak Masuk Sekolah Idaman
Sederet Modus Curang Orangtua 'Akali' Zonasi PPDB, Demi Anak Masuk Sekolah Idaman

Wali Kota Bogor, Bima Arya dibuat geram atas temuan dugaan kecurangan dalam proses PPDB pada sekolah negeri di Kota Bogor.

Baca Selengkapnya
Siswi SD Buta Usai Ditusuk dengan Tusuk Cilok Saat Dipalak
Siswi SD Buta Usai Ditusuk dengan Tusuk Cilok Saat Dipalak

Pihak sekolah memilih untuk bungkam atas kasus yang menimpa peserta didiknya.

Baca Selengkapnya
Ganjar Pecat Kepsek SMKN di Rembang Usai Curhatan Siswa soal Pungli Berkedok Infaq
Ganjar Pecat Kepsek SMKN di Rembang Usai Curhatan Siswa soal Pungli Berkedok Infaq

Pungutan infaq untuk membangun musala atau sarana ibadah melalui komite sekolah.

Baca Selengkapnya
Sosok Ini Dilarang Masuk Sekolah Penerbangan oleh Ayahnya, Tak Disangka Kini Dikenang sebagai Bapak TNI AU
Sosok Ini Dilarang Masuk Sekolah Penerbangan oleh Ayahnya, Tak Disangka Kini Dikenang sebagai Bapak TNI AU

Ia pernah diramalkan tak berumur panjang oleh sang kakek.

Baca Selengkapnya