Operasi Pekat Agung 2018, Polresta Denpasar ungkap 130 kasus dengan 62 tersangka

Rabu, 16 Mei 2018 23:03 Reporter : Moh. Kadafi
Kapolresta Denpasar gelar hasil tangkapan pekat agung 2018. ©2018 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Polresta Denpasar melakukan Operasi Pekat Agung sejak 27 April sampai 15 Mei kemarin. Selama operasi dilakukan, 130 kasus terungkap dengan 62 orang tersangka yang diamankan.

Jika dibandingkan tahun lalu, total pengungkapan kasus tahun ini meningkat dari sebelumnya. Pada tahun 2017, tercatat ada 120 kasus, sementara di tahun 2018 ada 130 kasus.

"Dibanding tahun lalu memang ada peningkatan, termasuk narkoba dan miras. Karena terus terang saja, pemakaiannya yang meningkat. Makannya, kita akan kembali menggelar operasi ini, dengan operasi Cipta Kondisi dengan sasaran yang sama," ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Hadi Purnomo, saat ditemui di Mapolresta Denpasar, Rabu (16/5).

Adapun rinciannya, untuk narkoba 25 kasus, Pencurian dan Pemberatan (Curat) 10 kasus, Pencurian Biasa (Cusa) 8 kasus, Pencurian dan Kekerasan (Curas) 1 kasus, Pencurian Sepeda Motor (Curanmor) 2 kasus, Senjata Tajam (Sajam) 3 kasus, Premanisme 9 kasus, Gepeng 6 kasus, Minuman Keras (Miras) 42 kasus, Pungutan Liar (Pungli) 4 kasus, prostitusi SPA 13 kasus, dengan total 130 kasus.

Sementara, barang bukti yang diamankan untuk tindak pidana pencurian Cusa, Curat, Curas, dan Curanmor. Uang tunai Rp.22.634.400, empat ekor ayam, tiga buah helm, enam unit sepeda motor, 16 handphone dan tab dan lainnya.

Kemudian untuk narkoba, total sabu yang disita seberat 19,39 gram, ganja 344 gram, kokain 3 klip, ekstasi 45 butir (13,01 gram), pil koplo 10 butir. Sementara untuk miras arak sebanyak 835.400 liter, minuman berakohol (mikol) 111 botol import segala merek. Untuk barang bukti prostitusi 13 kondom, 2 kondom bekas, pakai 3 sprai, 2 handuk dan 1 buah tissue.

Sedangkan untuk barang bukti kasus premanisme, pungli, sajam dan debt collector disita 2 buah belati, 1 buah pisau lipat, 1 buah pisau sangkur, 1 pucuk Sofgun, 1 buah botol dan uang sejumlah Rp 1.298.000 dan 3 bendel karcis (pungli). Sementara barang bukti perjudian, 6 handphone, 1 lembar kertas patio, kartu domino 7 set, dan 1 ATM Mandiri, 8 lembar rekapan dab uang tunai Rp 1.254.000.

[lia]

Topik berita Terkait:
  1. Kriminal
  2. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini