Operasi Modifikasi Cuaca Riau Tahap Pertama Rampung, 35 Ton Garam Disebar Atasi Karhutla
Operasi Modifikasi Cuaca Riau tahap pertama telah selesai, menyemai 35 ton garam untuk memicu hujan di area rawan karhutla. Akankah upaya ini efektif menekan meluasnya kebakaran di Bumi Lancang Kuning?
Pekanbaru, Riau - Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap pertama di Provinsi Riau telah berhasil diselesaikan pada Minggu, 15 Maret. Sebanyak 35 ton garam (NaCl) disemai ke awan-awan potensial hujan. Upaya ini dilakukan di wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai langkah strategis.
Menurut Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau, Jim Ghafur, modifikasi cuaca menjadi salah satu instrumen penting. Ini untuk membantu pengendalian karhutla yang kerap melanda provinsi tersebut. Program ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Provinsi Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Kondisi cuaca panas ekstrem, angin kencang, dan karakteristik lahan gambut di Riau membuat api mudah menyebar. Pemadaman menjadi sangat sulit tanpa adanya dukungan hujan alami. Oleh karena itu, OMC ini diharapkan mampu menjadi solusi efektif, terutama untuk area yang sulit dijangkau tim darat.
Strategi Modifikasi Cuaca untuk Atasi Karhutla Riau
Modifikasi cuaca terbukti sangat membantu dalam upaya pemadaman karhutla. Terutama di wilayah-wilayah yang aksesnya sulit bagi tim darat. Jim Ghafur menekankan pentingnya intervensi ini untuk mencegah meluasnya titik api.
Penyemaian 35 ton garam ke awan potensial hujan bertujuan untuk mempercepat proses kondensasi. Hal ini diharapkan memicu turunnya hujan di lokasi-lokasi yang sangat membutuhkan. Metode ini telah menjadi salah satu andalan pemerintah dalam penanggulangan bencana asap.
Karakteristik lahan gambut di Riau memang menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Api yang membakar gambut dapat menjalar di bawah permukaan tanah dan sulit dipadamkan. Oleh karena itu, hujan buatan menjadi krusial untuk membasahi lahan dan memadamkan api secara menyeluruh.
Rencana Tahap Kedua dan Kondisi Karhutla Terkini di Riau
Pemerintah Provinsi Riau bersama pemerintah pusat telah merencanakan operasi modifikasi cuaca tahap kedua. Rencananya, tahap lanjutan ini akan dilaksanakan pada bulan April mendatang. Namun, Pemprov Riau berharap pelaksanaannya dapat dipercepat.
Permintaan percepatan ini didasari oleh kondisi karhutla yang mulai meluas di sejumlah wilayah Riau. Beberapa daerah yang telah mengalami kebakaran hutan dan lahan meliputi Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hilir, dan Bengkalis.
Di Kabupaten Kampar, tim gabungan masih berupaya keras melakukan pemadaman. Lokasi kebakaran yang dekat dengan permukiman warga menambah urgensi penanganan. Kebakaran juga dilaporkan di Kecamatan Gaung (Indragiri Hilir), Teluk Meranti (Pelalawan), Tanah Putih (Rohil), dan Pulau Rupat (Bengkalis).
Sumber: AntaraNews