Ombak Tinggi, Nelayan Semarang Tak Bisa Melaut & Terpaksa Utang Demi Kebutuhan

Rabu, 2 Januari 2019 21:02 Reporter : Danny Adriadhi Utama
Ombak Tinggi, Nelayan Semarang Tak Bisa Melaut & Terpaksa Utang Demi Kebutuhan nelayan di perairan Laut Jawa. ©2019 Merdeka.com/Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Sejumlah nelayan di perairan Laut Jawa menghentikan aktivitas melautnya akibat ombak tinggi dampak dari cuaca ekstrem. Bahkan, para nelayan berutang untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan memperbaiki kapalnya.

Seorang nelayan Tambaklorok, Semarang, Sugiarto mengaku ombak tinggi sudah terjadi dalam beberapa hari ini terakhir. Hal ini membuatnya tidak bisa melaut untuk menjala ikan di laut lepas. Dia terpaksa mencari pinjaman uang dari tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Tidak bisa melaut tidak ada penghasilan ya terpaksa ngutang uang untuk memenuhi kebutuhan saban hari," kata Sugiarto saat ditemui dilokasi, Rabu (2/1).

Sugiarto menyebut, tidak bisa melaut akibat gelombang tinggi sejak akhir Desember 2018 hingga hari ini. Sebab hempasan angin cukup kencang membuat susah mengendalikan perahu menuju Laut Jawa mulai siang sampai sore hari.

"Kalaupun dipaksakan tidak ada hasilnya karena ombaknya besar," jelasnya.

Maka dari itu, dia memilih memperbaiki jaring ikannya. Ada pula rekannya yang terlihat menambal kapal yang bocor. Tak sedikit juga yang hanya sebatas mengecat dan memperbaiki mesin kapalnya sembari menunggu cuaca membaik.

"Selama tidak melaut, cuma bisa memperbaiki jaring dan mengecat perahu. Rugi besar, biasanya kalau melaut bisa dapat Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta. Kini banyak menganggur. Penghasilannya pun turun drastis hingga 50 persen," jelasnya.

Analis Cuaca Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, Shafira Tsanyfadhila mengatakan cuaca perairan Laut Jawa dan Kalimantan bagian selatan pada 3 Januari besok, terpantau mulai mereda dengan ketinggian ombak Laut Jawa 1,25-2,5 meter.

"Untuk kecepatan anginnya sekitar 4,0 sampai 20 knot. Rata-rata berawan dan ada yang mengalami hujan ringan," kata Syafira Tsanyfadhila. [ray]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini