Nyinyir soal Penerimaan Casis TNI AD, Pimpinan Ormas Ini Ciut Minta Maaf Diajak Jenderal Lihat Proses Seleksi

"Saya mohon maaf atas statemen yang menyinggung perasaan masyarakat dan institusi TNI. Saat itu saya terpengaruh oleh informasi yang tidak benar."

Ananias Petrus
Oleh Ananias Petrus - Reporter
Nyinyir soal Penerimaan Casis TNI AD, Pimpinan Ormas Ini Ciut Minta Maaf Diajak Jenderal Lihat Proses Seleksi
Nyinyir soal Penerimaan Casis TNI AD, Pimpinan Ormas Ini Ciut Minta Maaf Diajak Jenderal Lihat Proses Seleksi (Merdeka.com)

Ketua Lembaga Pengkaji Peneliti Demokrasi Masyarakat (LPPDM), Marsel N. Ahang, meminta maaf kepada Panglima TNI, Presiden Republik Indonesia, serta Danrem 161/Wira Sakti, Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes.

Permintaan maaf itu disampaikan secara langsung di hadapan Danrem Joao Xavier Baretto Nunes karena telah menuding proses seleksi tak transparan. Marsel sempat mengomentari proses tes kesegaran jasmani calon prajurit TNI AD di Lapangan Asrama TNI AD Kuanino, Kupang, Kamis, (3/7) kemarin. Salah satu peserta seleksi adalah anak Marsel.

"Saya mohon maaf atas statemen yang menyinggung perasaan masyarakat dan institusi TNI. Saat itu saya terpengaruh oleh informasi yang tidak benar, bahkan berasal dari anak saya sendiri," Marsel.

Permohonan maaf itu dia sampaikan pula kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan masyarakat NTT. Dia menyadari semua pernyataannya hanya asumsi semata.

"Dengan rendah hati saya mohon maaf kepada Bapak Panglima TNI, Bapak Presiden RI, dan Bapak Danrem 161/Wira Sakti. Selama ini saya hanya berasumsi tanpa dasar kuat, tetapi setelah saya menyaksikan sendiri proses seleksi, saya akui seluruh tahapan sangat transparan," kata Marsel.

Sadar dengan kesalahannya, Marsel juga mencabut laporan yang sempat dia layangkan karena merasa ada yang beres dalam proses seleksi calon prajurit TNI.

"Saya sudah mencabut pengaduan tersebut. Ke depan, saya berharap proses ini tetap melibatkan pengawasan independen untuk mencegah asumsi-asumsi liar di masyarakat," tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Danrem Brigjen TNI Joao Xavier Barreto Nunes menegaskan bahwa seluruh proses seleksi prajurit TNI di wilayahnya dilakukan secara profesional dan bebas dari pungutan.

"Kami membuka kesempatan seluas-luasnya bagi para pemuda untuk menjadi prajurit. Tidak ada pungutan biaya sepeser pun. Proses ini dimulai dari seleksi administrasi, kesehatan, hingga tes jasmani, dan semuanya dilakukan secara objektif," tegas Danrem.

Danrem juga mengklarifikasi kabar miring yang menyebut dirinya copot akibat laporan tersebut. Tiga pemuda yang dimaksud telah saya uji kembali dari awal, termasuk tes kesehatan, dan hasilnya tetap tidak memenuhi syarat.

"Data mereka akan tetap tercatat dan tidak bisa diubah. Saya tegaskan, saya tidak pernah bermain-main dalam proses ini," tutup Danrem Brigjen TNI Joao Xavier Baretto Nunes.

Rekomendasi