Menteri Kemenekraf Teuku Riefky Harsya membagikan wawasan berharga mengenai nilai-nilai kepemimpinan kepada para pelajar SMA Taruna Nusantara. Pertemuan inspiratif ini berlangsung di Kantor Kemenekraf di Jakarta pada Rabu (24/12), di mana para siswa berkesempatan langsung berinteraksi dengan pimpinan kementerian.
Dalam kesempatan tersebut, Teuku Riefky Harsya menyoroti tiga pilar utama kepemimpinan yang krusial untuk dikembangkan, yaitu empati, konsistensi, dan resiliensi. Nilai-nilai ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan dan peluang di masa depan, khususnya dalam sektor ekonomi kreatif.
Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam kepada pelajar tentang pentingnya kepemimpinan yang kuat dan adaptif, serta peran strategis Kemenekraf dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif nasional. Para siswa diajak untuk melihat bagaimana nilai-nilai kepemimpinan dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan dan karier.
Advertisement
Advertisement
Teuku Riefky Harsya, yang menjabat sebagai Menteri Kemenekraf sejak 21 Oktober 2024, menggarisbawahi pentingnya empati sebagai nilai kepemimpinan pertama. Menurutnya, seorang pemimpin harus mampu merasakan dan memahami kebutuhan masyarakat untuk dapat membuat keputusan yang relevan dan berdampak positif. Empati menjadi fondasi dalam membangun hubungan yang kuat dan kepercayaan dengan berbagai pihak.
Nilai kedua yang ditekankan adalah konsistensi, yang mencakup integritas dan disiplin. Teuku Riefky menjelaskan bahwa pemimpin harus menjaga integritas dalam setiap tindakan dan perkataan, serta disiplin dalam mengikuti perkembangan industri kreatif yang dinamis. Konsistensi dalam prinsip dan tindakan akan membentuk karakter pemimpin yang dapat diandalkan.
Pilar ketiga adalah resiliensi, yang melambangkan semangat pantang menyerah. Dalam menghadapi berbagai tantangan, terutama di sektor ekonomi kreatif yang kompetitif, seorang pemimpin harus memiliki ketahanan untuk bangkit dari kegagalan dan terus berinovasi. Resiliensi memungkinkan pemimpin untuk tetap fokus pada tujuan meskipun dihadapkan pada rintangan.
Advertisement
Advertisement
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Teuku Riefky juga memaparkan upaya Kemenekraf dalam mengembangkan 17 subsektor ekonomi kreatif. Fokus utama diberikan pada tujuh subsektor prioritas yang memiliki potensi besar. Subsektor tersebut meliputi kuliner, kriya, fesyen, gim, musik, aplikasi, serta film-animasi-video.
Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng, menambahkan pentingnya penerapan pendekatan kolaborasi hexahelix. Pendekatan ini melibatkan enam elemen kunci: pemerintah, bisnis, akademisi, asosiasi dan komunitas, media massa, serta lembaga keuangan. Kolaborasi ini krusial untuk menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat dan berkelanjutan.
Industri kreatif juga diidentifikasi memiliki potensi besar dalam menyerap tenaga kerja, terutama dari kalangan generasi milenial dan Generasi Z. Hal ini menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai lapangan pekerjaan menjanjikan bagi para pelajar setelah menyelesaikan pendidikan mereka. Kemenekraf terus berupaya menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan talenta muda di bidang ini.
Advertisement
Advertisement
Gemintang Kejora Mallarangeng menekankan bahwa ketika para pelajar memasuki lingkungan kerja, mereka harus mampu mengidentifikasi masalah dan mencari solusi kreatif. Kemampuan ini sangat penting untuk beradaptasi dan berkontribusi secara efektif dalam korporasi atau organisasi. Mengembangkan pola pikir solutif menjadi kunci keberhasilan di era modern.
Mengingat pelajar SMA Taruna Nusantara berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Gemintang Kejora mendorong mereka untuk mulai membangun jejaring ide-ide kreatif yang kolaboratif. Jaringan ini tidak hanya bermanfaat untuk pertukaran gagasan, tetapi juga untuk menciptakan proyek-proyek inovatif yang dapat memajukan ekonomi kreatif di masa depan. Kolaborasi lintas daerah dan disiplin ilmu akan memperkaya perspektif dan solusi yang dihasilkan.
Sumber: AntaraNews
Advertisement