Ngaku wartawan & tanya proyek, pria di Depok diduga dianiaya polisi
Merdeka.com - Julie Effendi alias Iik, pria mengaku sebagai wartawan lokal di Depok diduga mendapat penganiayaan dari anggota kepolisian. Itu setelah dia mendatangi lokasi ledakan diduga berasal dari kabel di depan Mal Detos, Jalan Margonda Raya, Depok.
Diduga Iik mendatangi lokasi untuk menemui kontraktor pengerjaan drainase di lokasi kejadian guna menanyakan proyek tersebut. Namun, pria itu berdalih bahwa kedatangannya untuk menanyakan apakah proyek itu mendapat beking kepolisian.
"Saya enggak percaya dengan info itu, makanya saya ke lokasi proyek untuk mengonfirmasi kebenarannya," kata Iik.
Usai menanyakan itu, dia mengaku didatangi dan dianiaya tiga anggota polisi. Kejadian itu kemudian melaporkan ke Polresta Depok.
Sementara itu, Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan membantah bahwa pihaknya menjaga proyek itu. Sebab, Polresta Depok hanya membantu kelancaran pembangunan yang ada di Depok.
"Tidak benar itu kalau kami disebut membekingi kontraktor," kata Harry, Jumat (30/9).
Hal itu sesuai rapat koordinasi antara Dinas Bina Marga dan Sumberdaya Air (Dinas Bimasda) dan pengembang. "Sebagai pengayom masyarakat, jika pemerintah dalam hal ini Dinas Bimasda meminta bantuan Polisi pengamanan untuk kelancaran proyek, ya kita berikan," terangnya.
(mdk/ang)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya