Nek Wani Ojo Wedi-Wedi: Gubernur Sumut Ajak Pendawa Berantas Narkoba, Ungkap 1,5 Juta Jiwa Jadi Pengguna

Gubernur Sumut Bobby Nasution tegas mengajak Persatuan Pemuda Jawa (Pendawa) Indonesia untuk berani berantas narkoba, menyoroti 1,5 juta jiwa pengguna di provinsi tersebut dan pentingnya kolaborasi masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Nek Wani Ojo Wedi-Wedi: Gubernur Sumut Ajak Pendawa Berantas Narkoba, Ungkap 1,5 Juta Jiwa Jadi Pengguna
Gubernur Sumut Bobby Nasution tegas mengajak Persatuan Pemuda Jawa (Pendawa) Indonesia untuk berani berantas narkoba, menyoroti 1,5 juta jiwa pengguna di provinsi tersebut dan pentingnya kolaborasi masyarakat. (Merdeka.com)

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, secara resmi mengajak seluruh kader Persatuan Pemuda Jawa (Pendawa) Indonesia untuk aktif dalam upaya pemberantasan narkoba. Ajakan ini disampaikan saat Milad ke-26 Pendawa Indonesia di Kantor Gubernur Sumut pada Minggu.

Bobby Nasution menggaungkan slogan khas Pendawa, "nek wani ojo wedi-wedi," yang berarti "kalau berani jangan takut-takut." Slogan ini menjadi semangat bagi Pendawa untuk tidak gentar menghadapi rintangan saat berada di jalan yang benar.

Peredaran narkoba di Sumatera Utara merupakan persoalan serius, dengan 1,5 juta jiwa penduduk teridentifikasi sebagai pengguna. Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Pendawa sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis ini.

Semangat 'Nek Wani Ojo Wedi-Wedi' dalam Berantas Narkoba

Gubernur Bobby Nasution secara lugas mengajak Pendawa Indonesia untuk tidak ragu dalam beraksi melawan peredaran narkoba. Beliau mengutip langsung slogan organisasi tersebut sebagai pemicu semangat. "Saya ajak Pendawa sesuai slogan pertamanya 'nek wani ojo wedi-wedi' (kalau berani jangan takut-takut). Pendawa harus berani memberantas narkoba," seru Bobby.

Slogan ini dimaknai sebagai dorongan untuk tetap teguh dan berani menghadapi segala tantangan. Terutama ketika seseorang berada di jalur kebenaran, seperti upaya berantas narkoba yang merusak generasi bangsa. Pemerintah Provinsi Sumut memandang peredaran narkoba sebagai ancaman serius.

Bobby Nasution menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat bekerja sendirian dalam mengatasi krisis ini. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, sangat krusial. Pendawa diharapkan menjadi garda terdepan dalam menyebarkan kesadaran dan melakukan aksi nyata.

Data Miris Pengguna Narkoba dan Peran Strategis Pendawa

Permasalahan narkoba di Sumatera Utara telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan, seperti diakui oleh Gubernur Bobby Nasution. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan fakta yang mengejutkan. Dari total penduduk Sumut yang mencapai 15,78 juta jiwa, sekitar 10,49 persen teridentifikasi sebagai pengguna narkoba.

Angka tersebut setara dengan sekitar 1,5 juta jiwa, sebuah jumlah yang sangat besar dan membutuhkan perhatian serius dari semua pihak. Situasi ini mendorong Pemprov Sumut untuk mencari dukungan luas dari masyarakat. Cita-cita Pendawa Indonesia dalam memajukan bangsa dinilai sejalan dengan program Astacita Presiden RI.

Oleh karena itu, Bobby Nasution menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan organisasi seperti Pendawa Indonesia. "Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, perlu dukungan masyarakat. Salah satunya Pendawa Indonesia guna mencapai Astacita Presiden RI dan mewujudkan Indonesia Emas 2045," jelas Bobby. Kolaborasi ini diharapkan mempercepat upaya berantas narkoba.

Milad ke-26 Pendawa Indonesia: Semangat Kebersamaan Lintas Suku

Selain ajakan berantas narkoba, acara tersebut juga menjadi momen perayaan Milad ke-26 Persatuan Pemuda Jawa Indonesia. Gubernur Bobby Nasution menyampaikan ucapan selamat atas hari jadi organisasi ini. Beliau mengakui Pendawa Indonesia sebagai organisasi kemasyarakatan yang telah lama dikenal.

Pendawa Indonesia merupakan paguyuban yang didirikan di Kota Medan, Sumatera Utara, 26 tahun silam, tepatnya pada Kamis, 9 September 1999. Organisasi ini berawal dari semangat gotong-royong di tingkat ranting Kecamatan Medan Area. Kini, Pendawa telah berkembang pesat dan tersebar di 20 provinsi di seluruh Indonesia.

Ruslan, pendiri sekaligus Ketua Umum Pengurus Besar Pendawa Indonesia, mengingatkan seluruh anggotanya untuk senantiasa menjaga kekompakan. Ruslan juga menjelaskan bahwa Pendawa hadir untuk menjalin silaturahmi lintas suku. "Jadi yang menjadi anggota Pendawa bukan hanya orang Jawa, tapi ada juga Cina, Papua, dan lainnya," tutur Ruslan, menunjukkan inklusivitas organisasi.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi