Nasib Ayam Goreng Widuran Solo Usai Ketahuan Tak Halal Setelah 52 Tahun Jualan, Bikin Kecewa Pelanggan hingga Wali Kota

Respati mengaku telah berkomunikasi dengan pemilik rumah makan melalui sambungan telepon

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Nasib Ayam Goreng Widuran Solo Usai Ketahuan Tak Halal Setelah 52 Tahun Jualan, Bikin Kecewa Pelanggan hingga Wali Kota
Sosok Pemilik Restoran Ayam Goreng Widuran (youtube.com/@kevinnnray)

Wali Kota Solo Respati Ardi meminta Rumah Makan Ayam Goreng Widuran, Jalan Sutan Syahrir No 71 Solo tutup sementara. Respati mendatangi Ayam Goreng Widuran, Senin (26/5) pagi setelah mendapatkan sejumlah aduan tentang produk non-halal yang dijual tanpa keterangan.

Respati mengaku telah berkomunikasi dengan pemilik rumah makan melalui sambungan telepon, karena saat dirinya datang, pemilik tidak berada ditempat. Ia menawarkan sejumlah opsi untuk pemilik warung, jika ingin berjualan dengan produk halal maupun non-halal.

"Saya tadi telpon pemiliknya, kita tawarkan, apabila mau menyatakan halal, silakan ajukan. Kalau tidak ya silakan ajukan tidak halal. Hari ini ditutup terlebih dahulu untuk dilakukan assessment ulang," ujar Respati.

Respati belum mengetahui hingga kapan penutupan dilakukan. Namun, ia memastikan setelah dilakukan assessment oleh Pemkot, Kemenag dan instansi terkait.

"Dari pemilik mengucapkan terimakasih. Tapi ini tentu mengecewakan banyak pihak, melukai banyak pihak. Maka dari itu saya tadi sampaikan untuk melakukan assessment lagi," katanya.

Respati mengaku ada anggota keluarganya yang juga berlangganan di rumah makan tersebut. Ia merasa kecewa telah dibohongi oleh pemiliknya.

"Ya tentu ini sudah 50 tahun, saya cukup kecewa. Ini menjaga kerukunan umat beragama dan perlindungan konsumen, itu yang paling penting," katanya.

Ayam Goreng Widuran Solo
Ayam Goreng Widuran Solo merdeka

Pelanggan Kecewa

Salah satu karyawan, Suranto mengakui bahwa pemberian keterangan non-halal baru dilakukan setelah banyaknya komplain dari pelanggan dan warga. Namun ia tak bisa menjelaskan mengapa tulisan 'non-halal' baru ditempelkan setelah banyaknya komplain.

"Sudah dikasih pengertiannya non halal. Ya karena viralnya dikasih pengertian non-halal kremesnya itu. Beberapa hari yang lalu," katanya.

Suranto mengaku telah menyertakan keterangan non-halal di outlet, sosial media, hingga google maps belum lama ini.

"Di reklame sudah ada. Di Instagram sudah ada. Baru yang viral ini," ungkapnya.

Selama ini, menurutnya kebanyakan pelanggan mereka merupakan non-muslim.

"Kebanyakan non-muslim (pelanggan). Sejak 1971," jelasnya.

Melalui keterangan tertulis di akun instagramnya, pihak manajemen kemudian juga meminta maaf atas kegaduhan yang belakangan terjadi. Manajemen telah memastikan keterangan non-halal di semua outletnya. Aria Widyantara, pelanggan asal Solo Baru mengaku kecewa mengetahui kabar tersebut. Ia pun meminta Pemerintah Kota Solo mengambil tindakan tegas.

"Saya sangat kecewa. Kami merasa ditipu, jahat sekali. Ini harus ditutup, harus ditindak tegas, ungkap Aria saat ditemui di depan rumah makan Ayam Goreng Widuran.

Viral Usai Mengaku Non-Halal Setelah 52 Tahun, Ayam Goreng Widuran Solo Bikin Pernyataan Maaf.
<p>Viral Usai Mengaku Non-Halal Setelah 52 Tahun, Ayam Goreng Widuran Solo Bikin Pernyataan Maaf. (dok.Instagram @ayamgorengwiduransolo/<a href= @ 2025 merdeka.com

Manajemen Buka Suara

Restoran Ayam Goreng Widuran Solo kini tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini terjadi setelah tempat makan yang terkenal di Solo, Jawa Tengah, mengumumkan bahwa menu yang mereka tawarkan tidak halal atau non-halal.

Banyak pelanggan yang merasa kecewa karena mereka merasa tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai kandungan menu yang disajikan. Sejak berdiri pada tahun 1973, ini adalah kali pertama restoran tersebut mengakui bahwa menu mereka tidak halal.

Restoran ini kemudian mencantumkan informasi mengenai status non-halal di akun Instagram resmi mereka, @ayamgorengwiduransolo. Selain itu, mereka juga menginformasikan bahwa keterangan non-halal sudah dicantumkan di semua gerai mereka. Pihak manajemen rumah makan tersebut juga telah mengunggah permintaan maaf pada 23 Mei 2025.

"PEMBERITAHUAN Kepada seluruh pelanggan Ayam Goreng Widuran, Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang beredar di media sosial belakangan ini. Kami memahami bahwa hal ini menimbulkan keresahan dalam masyarakat," tulis mereka.

"Sebagai langkah awal, kami telah mencantumkan keterangan NON-HALAL secara jelas di seluruh outlet dan media sosial resmi kami. Kami berharap masyarakat dapat memberi kami ruang untuk memperbaiki dan membenahi semuanya dengan itikad baik. Hormat kami, Manajemen Ayam Goreng Widuran," lanjut unggahan tersebut.

Rekomendasi